Risma Dorong Toko Kelontong Ambil Peluang di Bulan Ramadan

Khoirotul Lathifiyah

Senin, 15 April 2019 - 16:33

JATIMNET.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak Toko Kelontong Rusunawa untuk mengambil peluang usaha menjelang bulan Ramadan. Dorongan tersebut untuk dimaksimalkan melalui koperasi yang dibentuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Bapak ibu punya produk apa, boleh dipasarkan. Setelah ini lebaran, sekalian bisa membuat kue kering, atau punya tumbuh-tumbuhan cabai yang akan panen boleh dijual. Semuanya boleh,” kata Risma dalam sambutannya di Pembinaan Pengelolaan Usaha Koperasi Toko Kelontong Rusunawa se Surabaya di Gedung Siola lantai empat, Senin 15 April 2019.

Seluruh pengurus koperasi diimbau agar tidak hanya menjual barang-barang atau kebutuhan pada umumnya. Tapi inovasi baru untuk menarik konsumen.

BACA JUGA: Potensi Wisata Halal di Jatim Jadi Andalan

Risma mengungkapkan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Khususnya kepada seluruh warga penggerak koperasi yang tinggal di rumah susun (rusun).

“Kenapa saya memaksakan untuk membentuk koperasi toko kelontong, karena saya ingin sekali keuntungannya bisa dikembalikan untuk warga, untuk anggotanya. Enak to, kalau warga rusun beli di tempat lain keuntungannya ya diambil orang lain,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan mengembangkan toko kelontong yang sudah melalui koperasi, keuntungannya bisa dikembalikan untuk masyarakat setempat. Apalagi pemkot sudah memberikan akses untuk pembelian barang dengan agen yang harganya relatif lebih murah.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Akan Bangun Museum Religi di Kawasan Ampel

“Nanti keuntungannya untuk kesejahteraan para anggota,” kata Risma.

Risma juga berpesan kepada seluruh pengelola koperasi agar lebih keras dalam mencapai kesejahteraan melalui upaya pengembangan Toko Kelontong. Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi Toko Kelontong setiap tiga bulan sekali.

“Saya yakin warga Surabaya dapat diajak kerja keras dan hidup lebih sejahtera, tidak ada yang bisa mengubah nasib kita kecuali kita sendiri. Saya berharap training ini diikuti sebaik mungkin,” pungkasnya.

Dalam pembekalan ini diikuti 120 peserta terdiri atas 12 anggota Rusunawa Surabaya. Selain itu, pertemuan ini juga mengundang beberapa trainer untuk memberi pelatihan seputar pengembangan toko kelontong.

Baca Juga

loading...