Rabu, 12 August 2026 11:08 UTC

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Bintang LVRI dalam Peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Kabupaten Malang, Rabu, 12 Agustus 2026. Foto: Pemprov Jatim
JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Khofifah mengaku terkejut menerima penghargaan tersebut. Ia baru mengetahui rencana penganugerahan Bintang LVRI dua hari sebelum acara berlangsung.
“Ini sebetulnya surprise karena saya baru mendengar dari Ketua DPD LVRI dua hari yang lalu saat kita melakukan syukuran HUT LVRI di Grahadi,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus amanah untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kami mendengar bahwa akan ada penganugerahan Bintang LVRI untuk Khofifah sebagai Gubernur. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini,” katanya.
Ia menegaskan Bintang LVRI tidak semata-mata menjadi penghargaan personal. Khofifah memaknainya sebagai pengingat untuk meneruskan nilai perjuangan yang telah diwariskan para veteran.
“Penghargaan ini bukan semata sebagai sebuah kehormatan, melainkan sebagai amanah bagi kita bersama untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.
BACA: Pemprov Jatim Gelontorkan Rp108 Miliar untuk 54 Ribu Lansia Melalui PKH Plus
Khofifah menyebut para veteran sebagai living history atau sejarah yang hidup. Menurut dia, para veteran merupakan saksi perjalanan bangsa sekaligus sumber keteladanan bagi generasi penerus.
“Dari para veteran, kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, keikhlasan, solidaritas, semangat pantang menyerah dan kecintaan yang tulus kepada Tanah Air,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan besarnya peran Jawa Timur dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Khofifah menyebut peristiwa 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu bukti keberanian rakyat Jawa Timur dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Semangat Arek-Arek Suroboyo dan para pejuang Jawa Timur telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Semangat itulah yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus,” tuturnya.
Karena itu, Khofifah meminta generasi muda tidak hanya mempelajari sejarah perjuangan, tetapi juga menerapkan nilai keberanian, pengorbanan, kedisiplinan, solidaritas, dan pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengapresiasi keluarga besar LVRI yang terus berkontribusi menanamkan nilai kejuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pemprov Jawa Timur, kata Khofifah, berkomitmen memperkuat sinergi dengan LVRI dan organisasi kepahlawanan lainnya untuk mewariskan nilai kejuangan, membangun karakter kebangsaan, dan memperkokoh persatuan di Jawa Timur.
Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 turut dihadiri jajaran LVRI, kepala daerah se-Malang Raya, unsur TNI, Forkopimda se-Malang Raya, kepala OPD Pemprov Jawa Timur, serta pengurus dan anggota LVRI se-Jawa Timur.
