Sabtu, 08 August 2026 09:00 UTC

KA BIAS relasi Madiun – Adi Soemarmo (BIAS) berada di Stasiun Magetan setelah mengalami gangguan teknis hingga berhenti luar biasa (BLB), Sabtu pagi, 8 Agustus 2026. Foto: KAI Daop 7 Madiun.
JATIMNET.COM, Madiun – Perjalanan kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo (BIAS) relasi Madiun – Adi Soemarmo, Solo terganggu akibat kendala teknis, Sabtu pagi, 8 Agustus 2026.
Gangguan ini mengakibatkan perjalanan KA BIAS dengan nomor perjalanan 577A dibatalkan dan berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api lainnya.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan bahwa gangguan tersebut terjadi sekitar pukul 08.21 WIB.
Sesuai informasi yang diterima Pusat Pengendali Operasi KA (Pusdalopka) Daop 7 Madiun dari masinis KA 577A, gangguan ini akibat gangguan pada engine.
“Rangkaian KA BIAS tersebut berhenti luar biasa (BLB) di Km 170+2 jalur hilir petak jalan Madiun–Magetan,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Tohari melanjutkan, gangguan disebabkan masalah pada sistem kontrol kelistrikan rangkaian.
Rangkaian KA BIAS pun berhenti berhenti di lintas. Akibatnya, lima perjalanan kereta api lain mengalami keterlambatan.
Menurut Tohari, kereta yang turut terganggu adalah Bangunkarta yang terlambat 21 menit. Kemudian, Gaya Baru Malam Selatan 13 menit, Kahuripan 18 menit, Sancaka 28 menit, dan Sri Tanjung delapan menit.
PT KAI Daop 7 Madiun kemudian melakukan penanganan terhadap penumpang KA 577A yang terdampak pembatalan perjalanan.
Sebagian penumpang dialihkan menggunakan KA BIAS 573B yang diberangkatkan dari Stasiun Madiun pukul 11.35 WIB.
“Sebanyak 18 penumpang lainnya dipindahkan ke KA Sancaka, sementara sebagian penumpang memilih membatalkan perjalanan dan mengajukan pengembalian tiket atau refund,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak gangguan tersebut.
“Kami atas nama KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan KA Plb 577A (BIAS) serta perjalanan KA lain yang terdampak,” ujar Tohari.
Menurutnya, petugas langsung melakukan penanganan di lapangan dan memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang, mulai dari pengalihan perjalanan hingga refund.
KAI Daop 7 Madiun menyatakan akan terus melakukan peningkatan keandalan sarana dan prasarana untuk mencegah gangguan serupa.
Keselamatan dan kenyamanan penumpang disebut tetap menjadi prioritas dalam pelayanan perjalanan kereta api.
