Kamis, 10 September 2026 15:38 UTC

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (kiri), bersama Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir MIND ID, Achmad Ardianto, sepakat untuk memperkuat sinergi hilirisasi industri nasional. Foto: Petrokimia Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – PT Petrokimia Gresik bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) membahas peningkatan pasokan asam sulfat untuk mendukung keberlanjutan produksi pupuk nasional.
Pembahasan berlangsung di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, dengan fokus pada rencana penambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, Petrokimia Gresik dan PTFI telah memiliki kerja sama penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026-2028. Beroperasinya Smelter Manyar membuka peluang tambahan pasokan dari dalam negeri.
“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi, Kamis 10 September 2026.
BACA: School Lab Farming Dongkrak Panen Bawang Merah para Siswa SMK
Asam sulfat menjadi bahan baku sejumlah pupuk, seperti NPK, SP-36, dan ZA. Tambahan pasokan dari Smelter Manyar dinilai dapat memperkuat rantai pasok sekaligus mengurangi risiko gangguan bahan baku akibat dinamika global dan geopolitik.
Petrokimia Gresik dan PTFI akan mengupayakan penambahan pasokan dari Smelter Manyar secara bertahap. Kedua perusahaan juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.
MIND ID memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama tersebut untuk memperkuat pasokan bahan baku industri pupuk.
Daconi menilai pemanfaatan produk hilirisasi mineral PTFI sebagai bahan baku industri pupuk dapat memperkuat keterkaitan antarsektor industri sekaligus mendukung ketahanan rantai pasok pupuk nasional.
