Logo

Laba SIG Meroket 445,9 Persen, Penjualan Tumbuh 5,6 Persen

Perbaikan permintaan semen mulai berdampak pada kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Reporter:,Editor:

Rabu, 09 September 2026 03:30 UTC

Laba SIG Meroket 445,9 Persen, Penjualan Tumbuh 5,6 Persen

Aktivitas penataan semen kantong Semen Gresik di fasilitas Packing Plant SIG di Celukan Bawang, Buleleng, Bali. Foto: SIG.

JATIMNET.COM, Gresik – Perbaikan permintaan semen mulai berdampak pada kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Hingga semester I 2026, volume penjualan perusahaan mencapai 18,28 juta ton atau tumbuh 5,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan tersebut ikut mengerek pendapatan SIG sebesar 13,1 persen menjadi Rp17,65 triliun. Kenaikan paling mencolok terjadi pada laba bersih yang melonjak 445,9 persen menjadi Rp207 miliar.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari transformasi bisnis yang terus dijalankan perusahaan di tengah kondisi industri semen yang masih menantang.

“Disiplin dan konsistensi menjalankan transformasi bisnis membuat SIG semakin resilience di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang,” kata Indrieffouny dalam Paparan Publik yang digelar Bursa Efek Indonesia, Selasa, 8 September 2026.

Pasar domestik menjadi salah satu penopang pertumbuhan. Penjualan semen di dalam negeri mencapai 14,18 juta ton, naik 9,7 persen dibanding semester I 2025.

Sementara itu, EBITDA SIG tercatat Rp2,15 triliun atau tumbuh 2,6 persen.

Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan upaya perusahaan memperkuat efisiensi dan rantai distribusi. SIG saat ini memiliki 10 pabrik semen terintegrasi, 26 pabrik pengemasan, enam pabrik penggilingan dan tujuh pelabuhan.

Distribusinya ditopang lebih dari 300 distributor dan lebih dari 63.000 toko ritel yang tersebar di Indonesia. SIG juga memanfaatkan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan rantai pasok hingga distribusi.

Tak hanya mengandalkan penjualan semen, perusahaan juga mengembangkan produk turunan dan solusi bangunan rendah emisi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menghadapi perubahan kebutuhan industri konstruksi.

Dari sisi lingkungan, SIG melanjutkan program dekarbonisasi melalui penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker serta efisiensi energi.

Memasuki paruh kedua 2026, SIG melihat peluang pertumbuhan masih terbuka. Aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri hingga hilirisasi diperkirakan ikut menopang permintaan semen.

“Dengan ekosistem bisnis terintegrasi dan jaringan distribusi yang luas, SIG memiliki fondasi yang kuat untuk mendorong kinerja penjualan dan mencapai pertumbuhan bisnis yang profitable,” ujar Indrieffouny.