Sabtu, 05 September 2026 13:30 UTC

Sejumlah warga menebus beras SPHP dalam penyaluran di wilayah Kota Kediri. Foto: Pemkot Kediri
JATIMNET.COM, Surabaya - Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Timur (Jatim) mencapai sekitar 130 ribu ton sepanjang Maret hingga September 2026.
Jumlah tersebut telah melampaui target penyaluran yang ditetapkan Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Jatim.
Progres penyaluran beras SPHP tersebut mencapai 130,9 persen dari target perusahaan sebesar 98,7 ribu ton. Selain beras, distribusi Minyakita pada periode yang sama juga telah mencapai sekitar 18,5 juta liter.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu mengatakan distribusi kedua komoditas tersebut terus dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia sekaligus menjaga harga di tingkat masyarakat.
“Penyaluran terus kami lakukan melalui mitra binaan BULOG agar pasokan tersedia di berbagai wilayah dan masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Langgeng, Sabtu, 5 September 2026.
Untuk memperkuat pasokan, BULOG Jatim kembali menyalurkan sekitar 700 ton beras SPHP dan 20.000 liter Minyakita pada Sabtu, 5 September 2026.
Distribusi dilakukan melalui mitra binaan BULOG ke sejumlah pasar tradisional, terutama pasar induk di kabupaten/kota se-Jatim.
Khusus Minyakita, penyaluran hingga September telah melibatkan 4.609 mitra yang tersebar di seluruh Jatim.
Sementara distribusi beras SPHP dan Minyakita dilakukan melalui berbagai jaringan, mulai pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), koperasi BUMN/BUMD, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).
Menurut Langgeng, luasnya jaringan distribusi diperlukan agar pasokan tidak hanya tersedia di wilayah tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
“Jaringan mitra menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Karena itu, distribusi terus kami optimalkan agar pasokan bisa menjangkau masyarakat secara merata,” katanya.
