Logo

Urai Antrean Panjang Ketapang - Gilimanuk, ASDP Kerahkan 3 Kapal Perbantuan

Reporter:,Editor:

Jumat, 04 September 2026 12:30 UTC

Urai Antrean Panjang Ketapang - Gilimanuk, ASDP Kerahkan 3 Kapal Perbantuan

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang yang mengular hingga 15 kilometer mengakibatkan kemacetan lalu lintas di Jalur Pantura Situbondo – Banyuwangi, Jumat, 4 September 2026. Foto Hermawan.

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Kemacetan parah terjadi di Jalur Pantura Situbondo - Banyuwangi hingga Jumat, 4 September 2026. Kondisi ini merupakan dampak dari antrean kendaraan menuju lintasan penyeberangan Ketapang - Gilimanuk yang mengular hingga 15 kilometer.

Untuk mengurai antrean tersebut, beberapa cara dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Tiga kapal perbantuan berkapasitas besar dikerahkan dengan mengadopsi skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna memangkas durasi sandar dan mempercepat penguraian antrean.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengonfirmasi bahwa skema ini difokuskan pada percepatan proses bongkar muat untuk mengurai kemacetan yang telah berlangsung lebih dari sepekan akibat lonjakan armada logistik dan proyek peningkatan kapasitas dermaga.

“Untuk peta pengerahan kapal di Pelabuhan Gilimanuk, KMP Atayana dan KMP Portlink VII dioperasikan dengan pola TBB. Sedangkan di Dermaga LCM Ketapang, KMP Liputan XII dikerahkan untuk mempercepat arus kendaraan dari sisi Jawa,” ujarnya Jumat, 4 September 2026.

Kata Media, total armada yang dioperasikan mencapai 25 unit kapal feri berkapasitas besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Skema TBB kami optimalkan untuk memangkas dwelling time kapal di dermaga, meningkatkan efisiensi layanan, dan menyedot kepadatan kendaraan secara bertahap,” tegas Media.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi keterlambatan, pihak ASDP memberikan sejumlah penegasan. ASDP menjamin seluruh tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan akan dilayani.

“Dalam situasi force majeure, penyesuaian jadwal tidak akan membatalkan hak penyeberangan pengguna jasa,” paparnya.

Selain itu, pengguna jalan diimbau menyesuaikan estimasi waktu perjalanan karena durasi tempuh diprediksi lebih panjang dibanding kondisi normal. Pengendara juga diminta tetap tenang, sabar mengantre, dan mematuhi instruksi petugas demi menjaga ketertiban serta keselamatan bersama.