Logo

Dua Kali Ditunda, Calon Jemaah Umrah Tagih Kepastian ke AAT Mojokerto

Reporter:,Editor:

Kamis, 03 September 2026 14:00 UTC

Dua Kali Ditunda, Calon Jemaah Umrah Tagih Kepastian ke AAT Mojokerto

Beberapa calon jemaah umrah berdatangan ke Kantor Cabang PT Annisa Ahmada Travelindo Kota Mojokerto untuk menagih janji keberangkatan ke Tanah Suci, Kamis, 3 September 2026. Foto : Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebanyak 44 dari 79 calon jemaah umrah asal Mojokerto dan Jombang tak kunjung berangkat ke Tanah Suci. Jadwal keberangkatan mereka kembali tertunda dan kini dijanjikan berangkat pada 5 September 2026.

Sebelumnya, kelompok tersebut dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus, kemudian diundur menjadi 1 September. Namun, hingga Kamis, 3 September 2026, puluhan calon jemaah tersebut belum juga diberangkatkan.

Kepastian keberangkatan pun dipertanyakan para jemaah. Sebagian dari mereka mendatangi Kantor Cabang PT Anissa Ahmada Travelindo (AAT) di Jalan Panglima Sudirman, Kota Mojokerto, Kamis, 3 September 2026.

Kedatangan mereka untuk meminta kepastian terkait tiket dan jadwal keberangkatan yang kembali dijanjikan pada 5 September.

"Saya ke sini ingin minta kejelasan. Kalau memang berangkat tanggal 5, ada tidak tiket untuk tanggal 5 itu. Pihak travel sendiri kalau dihubungi tidak pernah ada jawaban," ujar Novi.

Calon jemaah lainnya, Abdul Salim, warga Kecamatan Jetis, mengatakan dirinya masih memilih menunggu kepastian keberangkatan. Ia bahkan telah mengambil cuti kerja dan berencana menjalankan ibadah umrah bersama anaknya.

Manager PT AAT Cabang Mojokerto, Zulfa Rizki Maulana, membenarkan adanya penundaan keberangkatan tersebut. Menurut dia, persoalan itu terjadi karena kendala dengan agen tiket di Jakarta.

Zulfa mengaku pihaknya telah membayar tiket kepada agen, tetapi tiket tersebut belum diterbitkan.

"Kendalanya ada di agen tiketnya. Kami ditipu agen tiketnya. Kami sudah bayar tiket, tapi tiketnya tidak di-SV," kata Zulfa.

Menurut Zulfa, persoalan tersebut berdampak terhadap sekitar 360 jemaah dari Mojokerto dan Jombang. Sebagian di antaranya sebelumnya dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus dan kini ditargetkan berangkat pada 5 September.

Pihak AAT, lanjut Zulfa, memberikan pilihan kepada jemaah yang ingin membatalkan keberangkatan atau membuat surat perjanjian. Mekanisme pengembalian biaya akan disesuaikan dengan kondisi dokumen masing-masing jemaah, termasuk status visa.

"Insyaallah dipastikan tanggal 5 nanti jemaah sudah bisa berangkat. Pokoknya, nanti di-share di grup masing-masing," pungkasnya.