Kamis, 03 September 2026 07:21 UTC

Warga mengantre bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat sedikitnya 19 desa dan 16 dusun di tujuh kecamatan masuk dalam pemetaan wilayah yang membutuhkan penanganan air bersih.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengurangi penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan distribusi air menggunakan truk tangki BPBD pun menjadi salah satu andalan masyarakat di wilayah terdampak.
Situasi itu terlihat di Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan. Sumber air yang selama ini digunakan warga mulai mengering setelah kemarau berlangsung selama sekitar dua bulan.
Ketika truk tangki BPBD tiba, warga langsung mendatangi lokasi distribusi dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, galon, ember hingga tempat penampungan air lainnya.
Warga kemudian menggunakan air bantuan tersebut secara hemat. Mereka memprioritaskan persediaan untuk minum dan memasak, sedangkan kebutuhan mandi dan mencuci dikurangi.
Dalam satu kali penyaluran, BPBD Kabupaten Probolinggo mendistribusikan sekitar 10 ribu liter air bersih kepada 112 kepala keluarga. Petugas membagi distribusi tersebut di dua titik dengan masing-masing menerima 5.000 liter air.
Bantuan itu menjadi sangat penting bagi warga karena sumber air yang selama ini mereka andalkan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Nurhayati, warga Dusun Paoan, mengatakan masyarakat harus mengatur pemakaian air agar persediaan dari bantuan tersebut dapat bertahan lebih lama.
“Airnya kami hemat. Yang paling utama untuk minum dan memasak. Kalau untuk mandi dan mencuci, kami kurangi,” ujar Nurhayati, Kamis, 3 September 2026.
BPBD Petakan 19 Desa Terdampak Kekeringan
BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau kondisi wilayah yang mengalami penurunan ketersediaan air akibat kemarau.
Dari hasil pemetaan, terdapat 19 desa dan 16 dusun di tujuh kecamatan yang membutuhkan penanganan air bersih. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan, dan Tongas.
BPBD juga terus menyalurkan air bersih ke desa-desa yang mengajukan permohonan bantuan. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan pihaknya terus memantau wilayah yang mengalami penurunan ketersediaan air.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang memang harus terpenuhi, sehingga di musim yang kering ini menjadi perhatian kami,” kata Oemar.
Menurut Oemar, pemetaan wilayah terdampak membantu pemerintah menentukan prioritas penanganan. Dengan pemetaan tersebut, distribusi air dapat diarahkan ke daerah yang mengalami kebutuhan paling mendesak.
Pemkab Probolinggo Siapkan 17 Sumur Bor
Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih untuk menangani dampak kemarau. Pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi persoalan kekeringan yang berulang setiap tahun.
Salah satu rencana tersebut berupa pembangunan 17 sumur bor di sejumlah wilayah yang rawan mengalami kekeringan ekstrem.
Pemerintah berharap keberadaan sumur bor dapat menyediakan sumber air alternatif bagi masyarakat. Dengan begitu, warga tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki ketika musim kemarau datang.
Sementara itu, selama kondisi kemarau masih berlangsung, BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pemantauan wilayah terdampak dan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.
