Rabu, 02 September 2026 10:54 UTC

Antrean di Pelabuhan Ketapang yang mencapai 12 kilometer pada Rabu, 2 September 2026. Foto: Hermawan
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencapai sekitar 12 kilometer. PT ASDP Indonesia Ferry langsung menerapkan sejumlah langkah operasional untuk mempercepat arus kendaraan dan mengurangi kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
ASDP mengoptimalkan kapal berkapasitas besar sekaligus mengerahkan kapal bantuan. Perusahaan juga menerapkan pola operasional khusus untuk mempercepat proses bongkar muat dan mengurangi waktu kapal berada di dermaga.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan regulator dan pemangku kepentingan di daerah untuk menangani kepadatan tersebut.
“Kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan untuk mempercepat penguraian antrean. Evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan agar layanan pada lintasan vital ini tetap optimal,” ujar Heru, Rabu, 2 September 2026.
Revitalisasi Dermaga Kurangi Kapal Beroperasi
Kepadatan kendaraan terjadi di tengah proyek revitalisasi infrastruktur penyeberangan yang masih berlangsung. Proyek tersebut mencakup peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk serta perubahan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton.
Pekerjaan tersebut membuat operasional dermaga belum dapat berjalan secara penuh. Kondisi itu turut berdampak pada jumlah kapal yang dapat beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dalam kondisi normal, ASDP mengoperasikan 28 kapal. Namun, selama pekerjaan berlangsung, jumlah kapal yang beroperasi berkurang menjadi 25 kapal.
Untuk mengompensasi pengurangan armada tersebut, ASDP menyiagakan tiga kapal bantuan. Perusahaan menjalankan kapal-kapal tersebut menggunakan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
Pola tersebut memungkinkan kapal yang tiba segera melakukan bongkar muatan, kemudian kembali berangkat sehingga rotasi kapal berlangsung lebih cepat.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan pembagian operasional kapal bantuan di lapangan.
Di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP mengoperasikan KMP Atayana dan KMP Portlink VII secara penuh dengan skema TBB. Sementara itu, ASDP menugaskan KMP Liputan XII di Pelabuhan Ketapang untuk menjalankan pola serupa.
“Skema TBB ini mempercepat waktu rotasi kapal secara signifikan sehingga penumpukan kendaraan dapat terurai lebih cepat,” jelas Media.
ASDP Minta Pengguna Jasa Atur Waktu Perjalanan
ASDP juga meminta calon penumpang mengatur kembali waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi kepadatan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Pengguna jasa diminta tetap tertib serta mengikuti arahan petugas teknis selama berada di area pelabuhan maupun dalam antrean.
ASDP juga memastikan antrean panjang tersebut tidak membuat tiket penyeberangan yang telah dibeli menjadi hangus.
“Pengguna jasa tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat antrean ini. Dalam kondisi force majeure, seluruh tiket yang sudah dibeli tetap berlaku dan akan dilayani sesuai ketentuan,” tegas Media.
