Logo

Paniknya Warga Kala Mobil Pengangkut Sound Horeg Senggol Pos Kamling Saat Karnaval di Jember

Reporter:

Jumat, 28 August 2026 00:32 UTC

Paniknya Warga Kala Mobil Pengangkut Sound Horeg Senggol Pos Kamling Saat Karnaval di Jember

Rekaman video yang merekam momen warga panik setelah Pos Kamling roboh akibat tersangkut tumpukan sound horeg saat karnaval di Jember, Rabu, 26 Agustus 2026. Foto: Dok warga

JATIMNET.COM, Jember – Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, mendadak diwarnai kepanikan. Sebuah mobil pikap yang mengangkut sound horeg menyenggol Pos Kamling hingga roboh. Enam subwoofer yang berada di atas kendaraan juga terjatuh dan mengenai sejumlah penonton.

Insiden itu terjadi di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 21.50 WIB. Video berdurasi 24 detik yang merekam kejadian tersebut kemudian beredar di media sosial, termasuk Facebook dan Instagram.

Dalam rekaman tersebut, warga terlihat panik ketika Pos Kamling di sisi jalan tiba-tiba roboh. Bangunan itu diduga tersangkut tumpukan sound horeg yang berada di bagian belakang mobil pikap saat kendaraan melintas mengikuti rombongan karnaval.

Kapolsek Rambipuji AKP Eko Yulianto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kendaraan pengangkut sound horeg melintas di ruas jalan yang cukup sempit ketika mengikuti rangkaian karnaval.

"Memang terjadi insiden saat kendaraan bak terbuka membawa sound system melintas di jalan yang cukup sempit dan kemudian bagian sound system yang mengekor tersangkut Pos Kamling hingga roboh," kata Eko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat, 28 Agustus 2026.

BACA: Jawa Timur Atur Penggunaan Sound System/Sound Horeg

Berdasarkan hasil pendataan polisi, kendaraan yang terlibat merupakan Isuzu Traga bernomor polisi L 8456 AB. Kendaraan tersebut mengangkut enam subwoofer LA Audio dan sebelumnya dikemudikan Puji, warga Desa Curahmalang.

Kendaraan berangkat dari titik awal karnaval sekitar pukul 20.30 WIB. Saat rombongan mencapai tikungan di Dusun Gumuksari sekitar pukul 21.50 WIB, pengemudi kendaraan kemudian berganti dari Puji kepada Toni.

Ketika melewati tikungan tersebut, bagian belakang tumpukan sound horeg diduga menyenggol bangunan Pos Kamling yang berada di sisi jalan. Benturan membuat bangunan roboh dan enam subwoofer ikut terjatuh ke arah warga yang sedang menyaksikan karnaval.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga warga mengalami luka. Mereka adalah Siah (45), yang mengalami benjol dan luka memar; Tian (9), yang mengalami benjol pada dahi kanan; serta Bela (10), yang mengalami luka lecet pada tangan dan kaki kanan.

Petugas pelayanan karnaval bersama warga segera mengevakuasi ketiga korban ke Puskesmas Nogosari. Siah dan Tian menjalani observasi, sedangkan Bela diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Ketiganya tidak sampai menjalani rawat inap di rumah sakit.

Polisi kemudian meminta keterangan dari pengemudi kendaraan dan sejumlah saksi. Aparat masih menyelidiki rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab sound horeg tersangkut hingga menyebabkan Pos Kamling roboh.

Polisi juga mendalami informasi mengenai dugaan pengemudi berada di bawah pengaruh minuman keras. Namun, hingga kini aparat belum menyimpulkan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan insiden.

"Untuk penyebabnya masih kami dalami. Pengemudi sudah dimintai klarifikasi dan proses penyelidikan tetap berjalan," ujarnya.

BACA: Efek Sound Horeg Akibatkan Tuli Permanen? Ini Kata Dokter 

Setelah insiden terjadi, kendaraan pengangkut sound horeg meninggalkan lokasi setelah dilakukan pembenahan terhadap peralatan yang dibawa. Polisi masih menelusuri kendaraan tersebut serta memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian.

Sementara itu, Panitia Karnaval Budaya Desa Curahmalang menyatakan kesediaannya membantu biaya pengobatan ketiga warga yang menjadi korban. Panitia memastikan bantuan tersebut diberikan hingga kondisi korban pulih.

Petugas di lapangan juga mengingatkan peserta karnaval untuk meningkatkan kewaspadaan. Peserta diminta mengecek kondisi sound horeg dan memastikan seluruh muatan kendaraan aman agar tidak membahayakan warga maupun pengguna jalan selama kegiatan berlangsung.

Karnaval Budaya Desa Curahmalang diikuti berbagai kelompok, mulai dari anak-anak sekolah hingga rombongan sound horeg warga. Meskipun sempat terjadi insiden yang membuat penonton panik, seluruh rangkaian karnaval tetap berlangsung.

"Namun demikian, meski insiden ini sempat menimbulkan kepanikan, kegiatan karnaval secara keseluruhan tetap berjalan dengan tertib, aman dan lancar," pungkas Eko.