Logo

Solidaritas untuk NTT, Ning Ita Ingatkan Warga Waspadai Karhutla

Reporter:,Editor:

Jumat, 28 August 2026 00:00 UTC

Solidaritas untuk NTT, Ning Ita Ingatkan Warga Waspadai Karhutla

Wali Kota Ika Puspitasari atau Ning Ita memberi sambutan hangat kepada warga Mojokerto yang ikut mendoakan warga NTT yang terkena musibah di GOR Seni Majapahit Mojokerto, Kamis malam, 27 Agustus 2026. Foto:Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pengingat bagi warga Kota Mojokerto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di daerah masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita saat menghadiri refleksi dan doa bersama lintas agama untuk warga terdampak bencana NTT di GOR Seni Majapahit, Kamis malam, 27 Agustus 2026.

Selain mendoakan para korban, kegiatan tersebut juga menjadi ajang penggalangan donasi. Ning Ita turut memberikan bantuan untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Menurutnya, musibah di NTT telah mengetuk rasa empati masyarakat di berbagai daerah. Namun, kepedulian terhadap korban bencana juga perlu dibarengi kesadaran bahwa ancaman bencana dapat terjadi di mana saja.

“Bencana itu potensinya ada di hampir seluruh wilayah. Jadi mohon untuk memanfaatkan sumber-sumber media, termasuk situs atau media sosial BMKG. Informasi itu akan terus dilakukan update setiap saat,” kata Ning Ita.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

Kondisi musim kemarau membuat kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama saat masyarakat beraktivitas di kawasan yang rawan kebakaran.

Ning Ita juga meminta warga yang hendak melakukan pendakian agar memperhatikan perkembangan cuaca dan informasi kebencanaan sebelum beraktivitas.

Sementara itu, kegiatan doa bersama tersebut diikuti masyarakat dari berbagai komunitas, yayasan, dan organisasi lintas agama. Mereka berkumpul untuk mendoakan korban sekaligus menggalang bantuan bagi warga NTT.

Ning Ita menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membantu sesama.

“Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya mengucapkan terima kasih. Ini adalah sebuah wujud kepedulian kita. Tidak melihat perbedaan yang kita miliki, tetapi kita dipersatukan oleh kemanusiaan yang kita miliki,” tuturnya.

Ia menyebut bencana melanda tiga kabupaten di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, warga mengungsi, serta kerusakan pada rumah dan sejumlah fasilitas umum maupun sosial.

Bagi Ning Ita, doa dan donasi yang dihimpun menjadi bentuk nyata solidaritas masyarakat Kota Mojokerto.

“Ketukan empati itulah yang kemudian melahirkan sebuah tindakan yang kita lakukan, dengan memohonkan kepada Tuhan supaya mereka semuanya diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.

Ia berharap semangat solidaritas tersebut terus terjaga. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tidak lengah menghadapi potensi bencana di lingkungan masing-masing.

“Terima kasih atas kekompakan, keguyuban, kerukunan semuanya. Inilah semangat kita sebagai kota toleran, kota harmoni,” pungkasnya.