Logo

Kondisi Psikologis Dua Tunanetra yang Kabur dari Pondok di Yogyakarta Membaik

Reporter:,Editor:

Kamis, 27 August 2026 07:30 UTC

Kondisi Psikologis Dua Tunanetra yang Kabur dari Pondok di Yogyakarta Membaik

Dua remaja tunanetra yang meninggalkan pondok Yaketunis Kota Yogyakarta mendapat pendampingan Dinsos Kabupaten Mojokerto. Foto: Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto tengah mendamping dua remaja tunanetra yang meninggalkan Yaketunis (Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam), tempat pendidikan mereka di Kota Yogyakarta.

Keduanya adalah SBA, 16 tahun,  asal Kabupaten Wonogiri dan OS, 14 tahun, asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Mereka tiba di Mojokerto pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Mereka memilih meninggalkan Yaketunis karena merasa tidak nyaman dan mengalami perundungan selama berada di lingkungan pendidikan tersebut.

Setelah berada di Mojokerto, petugas Dinsos memastikan kondisi keduanya tetap terjaga. Pekerja Sosial (Peksos) Dinsos Kabupaten Mojokerto, Rafi, mengatakan pendampingan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pendidikan sekaligus kondisi psikososial kedua remaja.

“Untuk proses selanjutnya, sementara ini kami akan mendampingi mereka dengan mengedepankan aspek pendidikan,” ujar Rafi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, pihak Dinsos juga mulai berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal kedua remaja. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Brebes dan Kabupaten Wonogiri untuk membahas langkah pemulangan serta pengasuhan di lingkungan keluarga.

“Nantinya akan dilakukan pemulangan kepada keluarga, karena anak-anak ini masih membutuhkan orang tua dan pengasuhan di lingkungan keluarga,” jelasnya.

Rafi mengatakan proses tersebut masih dalam tahap koordinasi. Pihaknya akan berkomunikasi dengan masing-masing Dinsos sebelum menentukan langkah selanjutnya bagi kedua remaja tersebut.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Brebes dan Wonogiri. Nanti akan kami bicarakan dengan masing-masing kepala dinas. Saat ini masih dalam proses koordinasi,” katanya.

Sementara itu, kondisi kedua remaja disebut berangsur membaik. Keduanya mulai lebih ceria dan dapat berkomunikasi dengan baik dengan petugas yang mendampingi.

“Kondisi kedua anak saat ini sudah semakin ceria, komunikasinya juga sudah bagus. Mereka sudah melaksanakan makan siang dan setelah itu beristirahat,” ungkap Rafi.

Sebelumnya, SBA dan OS meninggalkan Yogyakarta menggunakan bus Trans Jogja menuju Terminal Giwangan sebelum melanjutkan perjalanan hingga tiba di Mojokerto sekitar pukul 04.05 WIB.

Keduanya sempat berencana menuju Lampung, namun rencana tersebut batal. Mojokerto kemudian menjadi tujuan sementara karena mereka belum memiliki tempat tinggal berikutnya.