Logo

Penyaluran Bantuan Beras bagi KPM di Ponorogo Capai 60 Persen

Reporter:,Editor:

Jumat, 04 September 2026 04:00 UTC

Penyaluran Bantuan Beras bagi KPM di Ponorogo Capai 60 Persen

Bantuan pangan dari pemerintah untuk 141.935 KPM di Ponorogo mulai disalurkan. Foto: Satria

JATIMNET.COM, Ponorogo – Penyaluran bantuan pangan berupa beras di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Hingga Jumat, 4 September 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 60 persen dari total 141.935 keluarga penerima manfaat (KPM).

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut sudah diterima masyarakat paling lambat 15 September 2026.

Bantuan pangan ini diberikan gratis kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. Penerima ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog. Setiap KPM mendapatkan 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September yang disalurkan sekaligus. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap KPM mencapai 30 kilogram beras.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengatakan, program bantuan pangan secara nasional menyasar 33,2 juta KPM.

Sementara di Jawa Timur, alokasi bantuan mencapai sekitar 1,17 juta ton beras untuk 5,6 juta KPM.

"Untuk hari ini, dari total 30 kilogram, sudah terealisasi 43 persen atau sekitar 745 ribu KPM," kata Andriko saat memonitor penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Jingglong, Ponorogo, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, pemerintah mendorong percepatan penyaluran agar bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

Secara nasional, Bulog ditargetkan menyelesaikan penyaluran paling lambat akhir September. Namun, khusus Jawa Timur, penyaluran diharapkan rampung lebih cepat, yakni pertengahan September.

"Bulog bersedia menyelesaikan paling lambat akhir September. Tapi khusus Jatim, kami berharap pertengahan September sudah selesai," ujarnya.

Andriko menjelaskan, bantuan pangan tersebut diberikan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima.

Dengan memperoleh beras secara gratis, sebagian pendapatan yang biasanya digunakan untuk membeli bahan pangan dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Di Ponorogo, realisasi penyaluran saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 40 persen KPM yang belum menerima bantuan tersebut.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Ponorogo, Pacitan, dan Magetan dengan total sekitar 315 ribu KPM.

Khusus Kabupaten Ponorogo, jumlah penerima bantuan pangan mencapai 141.935 KPM.

"Mulai minggu kemarin sudah disalurkan dan realisasinya 60 persen. Harapan kami sesuai target, tanggal 15 September seluruhnya bisa terselesaikan," kata Budiwan.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan pangan periode sebelumnya pada Februari-Maret telah selesai. Sementara, penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berjalan lancar melalui pasar maupun toko.

Dibandingkan program bantuan pangan sebelumnya, skema kali ini hanya memberikan beras dengan jumlah lebih besar. Jika sebelumnya penerima mendapatkan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, kali ini setiap KPM menerima total 30 kilogram beras.

"Dulu bantuan pangan ada beras 20 kilogram dan minyak 4 liter. Sekarang beras saja, total 30 kilogram," pungkasnya.