Kamis, 03 September 2026 13:09 UTC

Para siswa yang keracunan diduga usai menyantap MBG, dilarikan ke puskesmas terdekat. Foto: Karin
JATIMNET.COM, Jombang – Polisi menelusuri distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan setelah ratusan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami gangguan kesehatan.
Polsek Kabuh tidak hanya menggali keterangan dari pihak sekolah, tetapi juga meminta informasi dari kepala dapur SPPG Mangunan. Penelusuran ini dilakukan untuk mengetahui cakupan penerima manfaat serta jalur distribusi makanan yang dibagikan pada Rabu, 2 September 2026.
Kapolsek Kabuh AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, polisi masih mengumpulkan data mengenai distribusi MBG dari SPPG tersebut. Petugas juga ingin memastikan apakah keluhan kesehatan hanya terjadi di SMPN 1 Kabuh atau turut dialami penerima manfaat dari sekolah lain.
"Untuk informasi sementara, baru di SMPN 1 Kabuh saja kejadian ini. Kami masih menggali informasi berapa penerima manfaat dari SPPG terkait dan jalur distribusinya ke mana saja," kata Yogie.
Berdasarkan informasi sementara, SPPG Mangunan menyalurkan MBG kepada sekitar 2.899 penerima manfaat. Makanan tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program.
SMPN 1 Kabuh menjadi salah satu penerima manfaat dengan jumlah sekitar 689 orang. Namun, tidak seluruh siswa yang mendapatkan makanan tersebut mengalami keluhan kesehatan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut ditelusuri polisi. Petugas perlu memastikan cakupan distribusi makanan dan mengetahui apakah terdapat penerima manfaat lain yang mengalami gejala serupa.
Polisi juga menggandeng pihak sekolah untuk memperoleh informasi mengenai siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap MBG. Data tersebut kemudian akan dicocokkan dengan informasi dari SPPG Mangunan.
Sementara itu, menu MBG yang dibagikan kepada siswa SMPN 1 Kabuh pada Rabu tersebut terdiri atas nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli, serta pepaya.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami siswa. Penelusuran distribusi makanan menjadi bagian dari upaya polisi mengumpulkan fakta sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut.
Sebelumnya, siswa SMPN 1 Kabuh mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap MBG pada Rabu, 2 September 2026. Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, dan pusing.
Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Kamis pagi, 3 September 2026. Polisi bersama pihak terkait selanjutnya melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologi serta sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
