Kamis, 03 September 2026 14:17 UTC

Para siswa yang keracunan diduga usai menyantap MBG, dilarikan ke puskesmas terdekat. Foto: Karin
JATIMNET.COM, Jombang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat 256 siswa SMPN 1 Kabuh mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 2 September 2026.
Kepala Dinkes Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil validasi data hingga Rabu, 2 September 2026. Namun, angka itu masih berpotensi bertambah karena petugas terus memantau dan memperbarui data siswa yang mengalami keluhan.
“Sebanyak 256 ini, ada kemungkinan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” kata Hexawan.
Dari ratusan siswa yang mengalami gangguan kesehatan, tujuh siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit. Hexawan menyebut kondisi ketujuh siswa tersebut sudah membaik, meski masih mengalami lemas dan membutuhkan rehidrasi.
“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang,” ujarnya.
Selain siswa yang menjalani rawat inap, sekitar 74 siswa mendapat penanganan secara rawat jalan. Mereka menjalani pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan klinik.
Sementara itu, sebagian siswa lainnya memilih menjalani pengobatan sendiri setelah mengalami keluhan kesehatan. Dinkes tetap melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi para siswa.
Keluhan yang dialami siswa cukup beragam. Gejala yang dilaporkan antara lain diare, mual, muntah, dan pusing. Keluhan tersebut muncul beberapa jam setelah siswa menyantap MBG sekitar pukul 11.30 WIB.
Hexawan mengatakan, pada awalnya kejadian tersebut sempat dianggap sebagai kasus diare biasa. Namun, setelah pihak sekolah mengumpulkan data siswa yang mengalami keluhan dan Dinkes melakukan validasi, jumlahnya ternyata cukup banyak.
“Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu, 2 September 2026. Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” katanya.
Dinkes Jombang kini memprioritaskan penanganan siswa sekaligus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus. Petugas juga terus mengumpulkan informasi untuk membantu mengetahui sumber gangguan kesehatan tersebut.
Sebelumnya, siswa SMPN 1 Kabuh mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG yang dibagikan pada Rabu siang, 2 September 2026. Menu yang diterima siswa saat itu antara lain nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli, serta pepaya.
Hingga Kamis, 3 September 2026, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Dugaan terhadap bahan makanan tertentu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
