Senin, 21 September 2026 01:00 UTC

Perjalanan kereta api di wilayah kerja PT KAI Daop 7 Madiun sempat terganggu setelah masinis menemukan batu yang diduga sengaja diletakkan di atas rel pada Minggu, 20 September 2026.
JATIMNET.COM, Madiun – Aksi menaruh batu di atas rel mengganggu perjalanan dua kereta api di jalur antara Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Ngunut, Tulungagung, Minggu, 20 September 2026.
Batu ditemukan di KM 147+7/9 sekitar pukul 09.45 WIB setelah dilaporkan masinis KA 302 (KA Barang Parcel Tengah). Benda tersebut diduga sengaja diletakkan di atas rel oleh orang tidak dikenal.
PT KAI Daop 7 Madiun langsung menerjunkan petugas untuk mengamankan lokasi. Tim security tiba sekitar pukul 09.55 WIB dan membersihkan batu dari jalur rel hingga dinyatakan aman pada pukul 10.08 WIB.
Meski penanganan berlangsung cepat, kejadian tersebut sempat mengganggu perjalanan KA 302 dan PLB 269B (KA Matarmaja).
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengecam aksi tersebut. Menurutnya, meletakkan benda asing di atas rel bukan sekadar mengganggu perjalanan kereta, tetapi juga dapat mengancam keselamatan penumpang dan petugas.
“Kereta api adalah aset negara yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Tindakan meletakkan batu atau benda lain di atas rel bukan hanya merugikan KAI, tetapi juga mengancam keselamatan publik,” ujar Tohari.
KAI menegaskan tindakan yang membahayakan sarana dan prasarana perkeretaapian dapat diproses secara hukum. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Pasal 180 melarang setiap orang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai pidana berdasarkan Pasal 197 dengan ancaman hukuman mulai tiga hingga 15 tahun penjara.
KAI Daop 7 Madiun mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang membahayakan di sekitar jalur kereta api.
Warga juga diminta segera melapor kepada petugas terdekat atau Contact Center KAI 121 jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” kata Tohari.
