Logo

Bidik Investasi US$20 Miliar, Searah Perkuat Pengembangan Industri Hulu Migas di Jatim

Reporter:,Editor:

Rabu, 04 November 2026 13:32 UTC

Bidik Investasi US$20 Miliar, Searah Perkuat Pengembangan Industri Hulu Migas di Jatim

Senior Manager Strategic & Business Planning dan Corporate Communications Searah, Nabil Aswad M. Hatta saat memaparkan materi di kegiatan Media Engagement SKK Migas - Search di Surabaya, Rabu 4 November 2026. Foto: Zainal Abidin/Jatimnet

JATIMNET.COM – Searah menyiapkan investasi jangka panjang lebih dari US$20 miliar dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas). Perusahaan migas ini akan memprioritaskan pengembangan gas dan gas alam cair (LNG), optimalisasi aset, serta eksplorasi guna menjaga keberlanjutan produksi dan mendukung ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Engagement bersama hampir 50 perwakilan media regional Jawa Timur dan media lokal Kabupaten Sampang di Surabaya, Rabu, 4 November 2026.

Searah merupakan perusahaan patungan (joint venture) PETRONAS dan Eni dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing 50 persen. Perusahaan ini mulai berdiri pada 1 Juni 2026 dengan fokus memperkuat portofolio aset strategis di sektor hulu migas.

Senior Manager Strategic & Business Planning sekaligus Pimpinan Corporate Communications Searah, Nabil Aswad M. Hatta, mengatakan perusahaan mengarahkan strategi bisnis pada pengembangan gas dan LNG. Searah juga akan memanfaatkan pengalaman serta fondasi operasional yang telah dimiliki untuk menjaga keandalan produksi.

“Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” ujar Nabil.

Dalam masa peralihan dari PCK2L menjadi Searah, perusahaan juga berkoordinasi dengan SKK Migas. Dukungan lembaga tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan operasional dan investasi tetap berjalan secara berkelanjutan.

Di Jawa Timur, Searah Ketapang II Ltd. mengelola Wilayah Kerja (WK) Ketapang dan North Ketapang. Aktivitas perusahaan di kedua wilayah tersebut meliputi produksi, pengembangan lapangan, dan eksplorasi untuk menggali potensi sumber daya migas.

Salah satu aset andalan perusahaan adalah Lapangan Bukit Tua di WK Ketapang. Lapangan tersebut mulai berproduksi pada 2015 dan telah menjadi bagian dari pasokan energi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade.

Searah terus mengoptimalkan produksi Bukit Tua melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai pada September 2026. Perusahaan menargetkan sumur tersebut mulai menghasilkan gas pada tahun ini.

Selain Bukit Tua, perusahaan juga mengembangkan Lapangan Bukit Panjang. Proyek ini telah mengantongi persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026. Tahap berikutnya ditandai dengan seremoni pemotongan baja pertama pada Juni 2026 sebagai awal fabrikasi fasilitas produksi.

Saat ini, proyek Bukit Panjang memasuki tahap pekerjaan rekayasa, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC). Searah menargetkan lapangan tersebut mulai berproduksi pada 2028 dengan perkiraan kapasitas puncak mencapai 50 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Di sektor eksplorasi, Searah juga membidik potensi sumber daya migas baru di WK North Ketapang. Pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari 2026 menghasilkan temuan hidrokarbon yang memperkaya pemahaman perusahaan mengenai potensi Cekungan Madura Utara.

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi peluang pengembangan sumber daya migas lebih lanjut di kawasan tersebut.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, Searah Ketapang II Ltd. turut menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perusahaan menyusun sejumlah program di bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, dan diversifikasi ekonomi dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat.

"Untuk pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, SKK Migas, serta pemangku kepentingan setempat," ujar Nabil.

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan migas di Jawa Timur.

Menurut dia, sinergi antara perusahaan, regulator, pemerintah daerah, masyarakat, dan media diperlukan agar kegiatan operasional berlangsung aman serta bertanggung jawab.

“Kehadiran Searah menjadi bagian dari perkembangan industri hulu migas di Jawa Timur. Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi wilayah sekitar,” kata Febrian.