Logo

Jalur Ledokombo-Sempolan Jember Terkikis, Lima Perjalanan KA Terhambat

Reporter:,Editor:

Senin, 02 November 2026 03:00 UTC

Jalur Ledokombo-Sempolan Jember Terkikis, Lima Perjalanan KA Terhambat

Kondisi tanah di bawah rel kereta api di KM 10+0/1 di antara Ledokombo-Sempolan, Kabupaten Jember yang terkikis air, Senin, 2 November 2026. Foto: Humas PT KAI Daop 9 Jember..

JATIMNET.COM, Jember – Jalur kereta api (KA) di KM 10+0/1 di antara Ledokombo-Sempolan, Kabupaten Jember mengalami gogosan, Senin pagi, 2 November 2026.

Tanah, pasir maupun batu koral di bawah rel tersebut terkikis aliran air setelah hujan deras mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Jember sejak Minggu malam, 1 November 2026.

Kondisi tersebut mengakibatkan perjalanan lima KA di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 terhambat. Salah satunya, KA Tawangalun tertahan di Stasiun Kalibaru.

"Penumpang KA Tawangalun yang berhenti di Kalibaru dialihkan menggunakan bus ke Stasiun Kalisat. Dari sana, perjalanan menuju Malang dilanjutkan menggunakan kereta," kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro.

Selain itu, perjalanan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang dan Ketapang-Jember terpaksa dibatalkan. Salah satunya merupakan perjalanan dari Stasiun Ketapang yang dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WIB.

Cahyo memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan mendapatkan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen.

"Yang terdampak ada lima kereta api. Dua perjalanan KA Pandanwangi dibatalkan dengan pengembalian bea tiket 100 persen kepada pelanggan," ujarnya.

Sementara itu, KA Sritanjung dan KA Logawa juga sempat tertahan selama proses pemeriksaan dan penanganan jalur. Penumpang kedua kereta tersebut mendapatkan layanan service recovery dari KAI.

KAI menargetkan penanganan awal gogosan dapat diselesaikan sekitar pukul 11.00 WIB. Meski demikian, jalur tidak langsung dioperasikan secara normal karena harus melalui pemeriksaan teknis untuk memastikan kestabilan konstruksi rel.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan pelanggan. Masyarakat yang hendak menggunakan transportasi kereta api diimbau memantau informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI dan mengikuti arahan petugas di stasiun.