Jumat, 11 September 2026 10:40 UTC

Mulyono Wibisono resmi menjabat sebagai Ketua Umum DPD Amdatara Jawa Timur, Jumat, 11 September 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong industri air minum dalam kemasan (AMDK) bertransformasi menuju konsep green industry. Pemerintah menilai pertumbuhan sektor tersebut perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan industri AMDK memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, pelaku industri tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan dan pemanfaatan air baku.
"Bukan sekadar mengedepankan keuntungan dan air baku," tegas Emil saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Amdatara (Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Nusantara), talk show dan workshop di Surabaya, Jumat, 11 September 2026.
Emil menyebut Jawa Timur memiliki 281 produsen AMDK. Jumlah tersebut mencapai sekitar 40 persen dari total 700 produsen AMDK yang tercatat di Indonesia.
Dari ratusan produsen tersebut, sekitar 70 persen merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Pelaku usaha AMDK di Jawa Timur juga berasal dari berbagai kelompok, termasuk pesantren, koperasi, dan organisasi kemasyarakatan.
Besarnya jumlah pelaku usaha membuat sektor AMDK memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Karena itu, Emil mendorong pertumbuhan industri tersebut diikuti dengan penerapan prinsip keberlanjutan.
Salah satu upaya yang didorong ialah konservasi sumber air. Emil mengajak pelaku industri AMDK ikut menjaga kawasan di sekitar reservoir serta hutan yang menjadi sumber air baku.
Menurut Emil, pelaku industri juga perlu melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan sumber air baku. Keterlibatan warga dinilai penting agar kegiatan konservasi tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Selain konservasi, industri AMDK juga perlu memperkuat penerapan ekonomi sirkular. Pendekatan tersebut dapat mendorong pelaku usaha mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Ketua Umum DPD Amdatara Jawa Timur Mulyono Wibisono mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat daya saing industri AMDK.
"Kami telah menyiapkan sejumlah agenda prioritas yang meliputi pendampingan sertifikasi SNI dan halal, program konservasi air, pengembangan ekonomi sirkular, sampai Net Zero Emission," kata Mulyono.
Mulyono mengatakan Amdatara Jawa Timur dalam waktu dekat berkomitmen mendorong produk AMDK menuju konsep industri hijau atau green industry. Langkah tersebut diharapkan membuat industri AMDK memiliki daya saing lebih tinggi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga Deni Kusumawardani menilai industri AMDK menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Pelaku usaha harus menghadapi tekanan biaya produksi sekaligus memenuhi tuntutan pengelolaan lingkungan.
Deni menyebut kenaikan harga bahan baku plastik berada di kisaran 25 hingga 50 persen. Industri juga menghadapi ketentuan terkait penggunaan bahan daur ulang dan penerapan SNI wajib bagi produsen AMDK.
"Satu lagi adalah Permenperin 62/2024 terkait pemberlakuan SNI wajib bagi produsen AMDK. Ini bisa menjadi tantangan bagi pelaku usaha," ujarnya.
Menurut Deni, konsep green industry dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan usaha.
"Karena itu, penerapan konsep green industry dinilai dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan usaha," jelasnya.
Dorongan menuju industri hijau tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan dampak lingkungan dari produk AMDK. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian ialah sampah kemasan, termasuk botol berbahan polyethylene terephthalate (PET).
Emil meminta produsen tidak hanya memperhatikan produk botol, tetapi juga tutup dan bagian kemasan lainnya. Pengelolaan seluruh komponen kemasan dinilai penting untuk memperkuat tanggung jawab lingkungan industri AMDK.
