Logo

Pria 51 Tahun Meninggal Mendadak Saat Ngopi di Warkop Hura Mojokerto

Reporter:,Editor:

Sabtu, 08 August 2026 03:32 UTC

Pria 51 Tahun Meninggal Mendadak Saat Ngopi di Warkop Hura Mojokerto

Petugas PMI dan relawan mengevakuasi korban ke RS Wahidin Mojokerto pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Seorang pria berusia 51 tahun meninggal dunia secara mendadak saat sedang berkumpul dan ngopi bersama sejumlah rekannya di Warkop Hura, Jalan Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Korban, Joko Prakoso Suseno, warga Perumda, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, awalnya terlihat dalam kondisi normal saat berada di warung kopi tersebut.

Joko bahkan sempat membuatkan kopi untuk teman-temannya. Namun, beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba mengalami kejang dan tidak sadarkan diri.

Salah satu saksi, Wawan (42), warga Kutorejo, mengatakan korban sebelumnya terlihat santai seperti biasa. Joko duduk sambil menyelonjorkan kakinya sebelum mendadak mengalami kondisi tersebut.

"Posisinya santai, kakinya diselonjorkan. Habis bikinin kita kopi, tiba-tiba seperti kejang-kejang. Saya kira pingsan, tapi tidak tahu juga," kata Wawan.

BACA: Kajari Kota Mojokerto Minta Publik Tak Berspekulasi soal Ekshumasi Makam Pegawainya 

Melihat korban tidak sadarkan diri, Wawan bersama sejumlah rekan lainnya langsung berusaha memberikan pertolongan. Mereka juga berulang kali memanggil dan membangunkan Joko, tetapi korban tidak memberikan respons.

"Dibangunin sudah tidak bisa," ujarnya.

Wawan kemudian meminta bantuan rekannya yang saat itu sedang menjemput anak di Hotel Aston Mojokerto. Ia segera mengabarkan bahwa Joko tiba-tiba tidak sadarkan diri.

"Saya sempat telepon teman yang lagi jemput anaknya di Hotel Aston. Saya bilang, Ini Pak Joko kok diam saja," ungkapnya.

Menurut Wawan, korban sebenarnya masih memiliki sejumlah agenda yang akan dikerjakan. Salah satunya persiapan lomba karaoke, termasuk menata perlengkapan dan lampu untuk kegiatan tersebut.

"Mau nyiapin lomba karaoke, nata lampu. Jadwalnya banyak sekali," tuturnya.

Wawan mengaku tidak mengetahui penyebab pasti Joko tiba-tiba kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia. Ia juga menyebut korban selama ini tidak pernah mengeluhkan sakit.

"Kalau sakit, setahu saya tidak pernah merasakan sakit. Bisa jadi serangan jantung, tapi belum tahu," katanya.

Kejadian tersebut sontak membuat suasana di Warkop Hura panik. Para rekan korban kemudian melaporkan peristiwa itu dan meminta bantuan kepada pihak terkait.

Petugas selanjutnya membawa korban ke RS Wahidin Kota Mojokerto. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga penyebab pasti kematian Joko belum dapat dipastikan.

Dugaan sementara mengarah pada serangan jantung. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu keterangan resmi serta pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian bersama Inafis masih mendalami peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian pria 51 tahun yang meninggal mendadak saat ngopi di Warkop Hura, Mojokerto.