Kamis, 17 September 2026 11:00 UTC

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Slamet Junaidi saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Kamis, 17 September 2026. Foto: Zainal Abidin
JATIMNET.COM, Sampang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Sampang yang terdampak kekeringan, Kamis, 17 September 2026.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Sampang Slamet Junaidi saat menyalurkan bantuan tersebut. Penyaluran air bersih dipusatkan di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan.
"Sebetulnya sudah ada 24 kabupaten-kota di Jatim yang sudah menerbitkan surat keputusan kedaruratan pada musim kemarau ini, hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya yang dilakukan Bupati Sampang dan kabupaten lainnya," kata Khofifah.
Menurut Khofifah, bantuan air bersih tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan itu menyasar 951 kepala keluarga (KK) atau 4.254 jiwa.
Selain air bersih, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Khofifah mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih. Kondisi kekeringan yang berlangsung cukup panjang dinilai berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
"Oleh karena itu, BPBD Provinsi Jatim sudah menyiapkan berbagai format penjangkauan untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," ujarnya.
Khofifah juga mengajak masyarakat memperbanyak ikhtiar, salah satunya melalui pelaksanaan salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Di sisi lain, Pemprov Jatim berkoordinasi terkait kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya menghadapi kondisi kekeringan.
"Jadi OMC saat musim hujan itu, kita ketemu awan lalu kita lakukan operasi modifikasi cuaca sehingga hujannya di laut, beberapa hari lalu, kita mendapatkan informasi kemungkinan sudah ada yang bergerak, jadi bisa lakukan OMC, maka awan yang masuk ke daratan itu bisa turun menjadi hujan," ujar Gubernur Jatim dua periode tersebut. (ADV/Inforial)
