Logo

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Kamar di Simorejo Surabaya

Reporter:,Editor:

Minggu, 13 September 2026 11:11 UTC

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Kamar di Simorejo Surabaya

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi jenazah dua anak yang tewas, Minggu, 13 September 2026. Foto: Command Center

JATIMNET.COM, Surabaya – Kebakaran rumah di Jalan Simorejo XVI Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, menewaskan dua anak, Minggu, 13 September 2026.

Kedua korban yang masing-masing berusia lima dan tujuh tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah tersebut. Saat kebakaran terjadi, keduanya diketahui sedang tertidur.

Kepala Bidang Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M. Rokhim mengatakan warga menemukan kedua korban di dalam kamar yang terbakar.

"Dua orang anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar," kata Rokhim saat diwawancarai.

Kedua korban diketahui bernama Kaffa Bihi Abdillah, 7, dan Khotibul Umam, 5. Rumah yang terbakar tersebut merupakan milik Moch. Kayis Khabibullah.

Rokhim menjelaskan, petugas menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik pada perangkat di dalam kamar. Api kemudian membakar bagian exhaust dan kipas sebelum merambat ke kasur.

"Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang menyebabkan bagian exhaust dan kipas di dalam kamar terbakar," jelas Rokhim.

DPKP Kota Surabaya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 15.38 WIB. Petugas langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.44 WIB.

Ketika petugas tiba, api sudah dalam kondisi padam. Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada sumber panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Saat petugas tiba, kondisi kamar sudah padam dan hanya membutuhkan pembasahan karena tembok masih terasa panas," ujar Rokhim.

DPKP Kota Surabaya mengerahkan empat unit tempur dan lima unit rescue untuk menangani kejadian tersebut. Armada yang diterjunkan meliputi tiga unit tempur dari Pos TVRI, satu unit tempur Rayon 1 Pasar Turi, empat unit tim rescue, serta satu unit Walang Kadung Rescue.

"Tim Rescue Walang Kadung langsung melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala," jelas Rokhim.

Petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan di lokasi hingga pukul 17.28 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, petugas menyatakan lokasi kejadian kondusif.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi lokasi dinyatakan kondusif," jelasnya.

Sementara itu, polisi masih mendalami kondisi kamar tempat kedua korban ditemukan. Berdasarkan keterangan warga, pintu kamar tersebut dalam keadaan terkunci menggunakan rantai yang dikaitkan pada sisi pintu dan tembok.

"Ini masih didalami pihak kepolisian dan tim identifikasi Polrestabes Surabaya," jelasnya.

Petugas juga masih melakukan pendataan untuk memastikan kondisi serta kronologi lengkap kebakaran. Pemeriksaan awal menunjukkan sumber api diduga berasal dari perangkat listrik di dalam kamar.

"Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari perangkat listrik berupa exhaust dan kipas yang kemudian membakar kasur di dalam kamar," ungkap Rokhim.