Jumat, 11 September 2026 14:17 UTC

Gubernur Khofifah memberangkatkan 116 peserta kafilah asal Jatim yang akan berlaga di Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jumat, 11 September 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 116 anggota kafilah Jawa Timur diberangkatkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas langsung keberangkatan mereka dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 11 September 2026.
Kafilah Jawa Timur terdiri atas 56 peserta, masing-masing 28 putra dan 28 putri. Selain peserta, rombongan juga diperkuat 34 official, 18 pembina, dan delapan pendamping.
Para peserta akan bertanding dalam berbagai cabang dan golongan untuk memperebutkan 288 medali yang tersedia pada 48 cabang dan golongan MTQ Nasional XXXI. Ajang tersebut berlangsung di Semarang pada 11-20 September 2026.
Selain persiapan teknis, kafilah Jawa Timur juga menjalani persiapan spiritual. Khofifah mengatakan keberangkatan mereka dikawal dengan khotmil Al-Qur'an sebagai bagian dari ikhtiar dan doa agar seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan lancar.
BACA: Pemprov Jatim Dorong 281 Produsen AMDK Beralih ke Green Industry
"Terima kasih peserta kafilah Jatim juga dikawal dengan khotmil Quran. Mudah-mudahan sehat, lancar, sukses, kompak dan juara umum," katanya.
Menurut Khofifah, target meraih juara umum harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak. Ia berharap prestasi para kafilah dapat menjadi bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur'an.
"Jaga semua perform seperti yang tadi dibacakan ikrar untuk kafilah. Jadilah juara umum yang berkarakter, juara umum berakhlakul karimah serta juara umum yang bisa membumikan Alquran. Jaga nama baik Jawa Timur selama mengikuti MTQ Nasional," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian MTQ Jatim Abdul Hamid Abdullah mengatakan peserta telah menjalani persiapan teknis dan nonteknis sebelum bertanding di Semarang.
Khofifah menyerahkan apresiasi kepada Fehima Nahaha Asy-Syarifah atas prestasinya pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Mekah. Foto: Januar
Menurut dia, sejumlah hafiz dan hafizah Jawa Timur bahkan menjalani khotmil Al-Qur'an selama 40 hari sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ Nasional.
"Sejumlah hafiz dan hafizah Jatim melakukan khotmil Al-Qur'an selama 40 hari sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ Nasional," jelasnya.
Abdul Hamid menyebut 25 dari 56 peserta yang diberangkatkan ke Semarang atau sekitar 45 persen telah memiliki pengalaman mengikuti ajang serupa. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi Jawa Timur untuk kembali meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.
Jawa Timur sebelumnya dua kali meraih gelar juara umum. Prestasi tersebut diraih pada MTQ Nasional XXIX di Banjarmasin dan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) Nasional XXVII Tahun 2023 di Jambi.
BACA: MUI Jatim Ungkap Alasan Sound Horeg Diharamkan: Mudarat Dinilai Lebih Besar
"Insya Allah bisa meraih hasil terbaik, yakni juara umum. Membawa nama baik Jatim di kancah nasional bahkan internasional. Membumikan Al Qur'an di bumi Majapahit," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Fehima Nahaha Asy-Syarifah yang meraih peringkat kelima Cabang Hifdzil Quran 15 Juz Putri pada MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.
Apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk piala dan uang pembinaan senilai Rp15 juta.
