Kamis, 13 August 2026 12:55 UTC

Asap pekat di TNBTS terlihat dari Pintu Masuk Cemoro Lawang Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Kamis, 13 Agustus 2026 masih belum sepenuhnya terkendali. Luas area yang terdampak kebakaran kini diperkirakan telah melampaui 900 hektare.
Petugas menghadapi tantangan berat dalam memadamkan api karena kondisi geografis TNBTS didominasi lereng terjal dan berada di wilayah berketinggian. Sejumlah titik api juga sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga petugas membutuhkan metode pemadaman khusus.
Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, petugas sebelumnya berhasil memadamkan api di kawasan Pakis Bincil. Namun, titik kebakaran lain masih bergerak dan berpotensi meluas.
Pergerakan api terjadi di kawasan Bukit Cinta, wilayah Pasuruan. Api dilaporkan merembet ke arah Bukit Kingkong pada Rabu malam, 12 Agustus 2026.
Pergerakan api berlanjut pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Kobaran kemudian mencapai kawasan di bawah pos pantau Puncak Seruni Point, Kabupaten Probolinggo.
BACA: Kebakaran Hutan TNBTS Merambat ke Savana Bromo
Petugas pun mengintensifkan pemadaman dari udara untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi melalui jalur darat. Sebanyak tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah titik kebakaran.
“Untuk pemadaman itu telah dikerahkan tiga helikopter water bombing. Semoga bisa berjalan maksimal,” ujar Wahyu.
Selain memadamkan kobaran api, petugas terus memantau titik-titik panas di kawasan TNBTS. Mereka mewaspadai loncatan bunga api yang dapat memicu munculnya titik kebakaran baru.
Wahyu menjelaskan, posisi api yang berada di lereng terjal dan kawasan berketinggian menyulitkan personel melakukan pemadaman secara langsung. Kondisi tersebut membuat pemadaman dari udara menjadi salah satu strategi penting untuk menekan penyebaran api.
BACA: Karhutla TNBTS Meluas, Cak Sumardi Minta Helikopter Water Bombing Ditambah
Sementara itu, luas kawasan hutan TNBTS yang terdampak karhutla diperkirakan sudah mencapai lebih dari 900 hektare. Meski demikian, angka tersebut belum final karena petugas masih melakukan pemutakhiran data berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.
“Data luasan ini masih bisa berubah, sesuai dengan update data terbaru,” kata Wahyu.
Hingga Kamis malam, petugas masih melakukan upaya pengendalian api di sejumlah titik. Tim juga terus memantau pergerakan titik panas untuk mencegah kebakaran kembali meluas akibat loncatan bunga api.
