Rabu, 23 September 2026 08:49 UTC

Aksi penyegelan kampus oleh mahasiswa UINSA Surabaya masih terus berlanjut, Rabu, 23 September 2026, hingga tuntutan belum dikabulkan. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya masih menduduki Gedung Rektorat dan menuntut bukti resmi pengunduran diri Rektor Akhmad Muzakki. Mereka belum bersedia menghentikan aksi sebelum memperoleh kepastian administratif atas informasi pengunduran diri tersebut.
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, mengatakan mahasiswa tidak ingin hanya mengandalkan pemberitaan atau pernyataan lisan. Mereka meminta dokumen resmi yang membuktikan bahwa Akhmad Muzakki telah mengundurkan diri dari jabatannya.
"Jika memang benar rektor telah memutuskan untuk mengundurkan diri, yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau telah mengundurkan diri sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya," kata Fadlurrakhman di Surabaya, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Fadlurrakhman, mahasiswa tetap membuka ruang dialog dengan pihak rektorat untuk membahas penyelesaian polemik tersebut. Mereka menginginkan proses pergantian rektor berlangsung secara terhormat, sah, kredibel, dan akuntabel.
Namun, mahasiswa akan terus mengawal persoalan ini selama belum menerima surat resmi pengunduran diri rektor. Fadlurrakhman menegaskan, aksi yang mereka lakukan juga berkaitan dengan sejumlah persoalan lain di lingkungan kampus.
"Betul. Kita akan terus mengawal ini karena yang kita bawa per hari ini juga tidak hanya satu tuntutan, tapi masih ada tujuh tuntutan yang harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuh tuntutan tersebut menyangkut keberlangsungan kehidupan akademik mahasiswa. Karena itu, mahasiswa meminta pihak kampus mempertanggungjawabkan dan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang telah mereka sampaikan.
Sejumlah tuntutan itu mencakup penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan sivitas akademika, perbaikan sistem pengadaan, evaluasi tata kelola kampus, keterbukaan informasi publik, serta evaluasi kebijakan penerimaan mahasiswa baru.
Mahasiswa menilai penyelesaian polemik kepemimpinan tidak boleh mengesampingkan tuntutan lain yang berkaitan langsung dengan kehidupan akademik. Mereka ingin seluruh persoalan tersebut memperoleh kejelasan dan tindak lanjut dari pihak kampus.
Informasi pengunduran diri Akhmad Muzakki sebelumnya mencuat setelah ia dikabarkan mengajukan surat pengunduran diri sebagai Rektor UINSA. Namun, hingga Rabu, 23 September 2026, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) selaku kementerian yang menaungi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tersebut.
Selain menuntut bukti pengunduran diri, mahasiswa juga mendesak kepastian mengenai proses pergantian pimpinan UINSA. Mereka menginginkan rektor definitif periode 2026–2030 dan meminta mekanisme transisi kepemimpinan tidak berlangsung berlarut-larut.
