Logo

UNEJ Kembangkan Korpus Digital untuk Perkuat Riset Bahasa dan Sastra Indonesia

Reporter:,Editor:

Kamis, 05 November 2026 21:30 UTC

UNEJ Kembangkan Korpus Digital untuk Perkuat Riset Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Jember mendorong pengembangan korpus digital untuk memperkuat penelitian, dokumentasi, dan pelestarian bahasa serta sastra Indonesia melalui pengembangan digital humanities. Foto: Zahrah for Jatimnet

JATIMNET.COM, Jember – Universitas Jember (UNEJ) mendorong pengembangan korpus digital sebagai salah satu fondasi penelitian bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan digital humanities atau humaniora digital di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNEJ.

Komitmen tersebut mengemuka dalam seminar internasional bertajuk “Korpus Digital dalam Penelitian Bahasa dan Sastra di Era Kecerdasan Buatan” yang diselenggarakan Program Studi Sastra Indonesia FIB UNEJ di Aula Sutan Takdir Alisjahbana, Kamis, 5 November 2026.

Wakil Rektor I UNEJ, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., berharap pengembangan korpus digital dapat menjadi landasan pembentukan basis data yang lebih luas untuk mendokumentasikan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia.

Menurutnya, kekayaan bahasa dan sastra Indonesia membutuhkan dokumentasi serta pengelolaan data secara sistematis. Korpus digital dapat menyediakan sumber data yang membantu peneliti mengkaji berbagai fenomena kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan secara lebih mendalam.

Pengembangan basis data tersebut juga dinilai penting untuk memperluas objek penelitian. Dengan ketersediaan data yang terkelola, peneliti dapat menelusuri perkembangan bahasa, mengamati perubahan penggunaan kata, hingga mengkaji berbagai karya sastra secara lebih terstruktur.

Wakil Dekan I FIB UNEJ, Dr. Ikwan Setiawan, S.S., M.A., mengapresiasi penyelenggaraan seminar internasional tersebut. Ia menilai tema kegiatan sejalan dengan peta jalan pengembangan fakultas dalam bidang digital humanities.

BACA: AI dalam Penelitian Bahasa dan Sastra: Sorotan untuk Etika dan Peran Manusia

Salah satu perhatian utama FIB UNEJ adalah pengembangan korpus digital untuk mendukung kajian sastra dan linguistik di Program Studi Sastra Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya fakultas merespons perkembangan teknologi dalam dunia penelitian humaniora.

Koordinator Program Studi Sastra Indonesia UNEJ, Didik Suharijadi, S.S., M.Hum., mengatakan pengembangan korpus digital memiliki arti strategis bagi dokumentasi dan pelestarian kekayaan bahasa serta sastra Indonesia.

Menurut Didik, pengelolaan data yang baik memungkinkan berbagai fenomena bahasa dan karya sastra terdokumentasi, diteliti, serta dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia menilai mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan mengelola data digital. Penguasaan teori dan metode penelitian konvensional tetap penting, tetapi perlu diimbangi keterampilan membaca fenomena kebahasaan secara kritis serta memanfaatkan teknologi.

“Bagi Program Studi Sastra Indonesia, perkembangan AI bukan ancaman bagi ilmu bahasa dan sastra, melainkan peluang untuk memperluas objek, metode, dan perspektif penelitian. Namun, teknologi harus tetap ditempatkan sebagai alat bantu. Ketajaman analisis, kedalaman interpretasi, kreativitas, dan tanggung jawab akademik tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak boleh ditinggalkan,” ungkap Didik.

BACA: Seminar Internasional UNEJ Targetkan Prosiding Nasional dari Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa   

Didik berharap pengembangan korpus digital tidak hanya memperkaya ketersediaan data, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian yang inovatif dan kolaboratif. Melalui langkah tersebut, UNEJ ingin memperkuat kontribusi akademik dalam kajian bahasa dan sastra Indonesia di tengah perkembangan teknologi.

Pengembangan korpus digital juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam seminar tersebut bersama persoalan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam penelitian bahasa dan sastra. Para narasumber menyoroti pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis, etika akademik, serta peran manusia dalam proses pembelajaran dan penciptaan karya.

Selain membahas pengembangan penelitian, seminar yang berlangsung pada 5–6 November 2026 itu juga diarahkan untuk menghasilkan prosiding nasional melalui kolaborasi penulisan artikel antara dosen dan mahasiswa Sastra Indonesia UNEJ.