Logo

Seminar Internasional UNEJ Targetkan Prosiding Nasional dari Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 November 2026 03:50 UTC

Seminar Internasional UNEJ Targetkan Prosiding Nasional dari Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa

Prodi Sastra Indonesia UNEJ mendorong kolaborasi dalam penelitian dan penulisan artikel ilmiah untuk menghasilkan prosiding nasional. Foto: Zahrah for Jatimnet

JATIMNET.COM, Jember – Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ), mendorong penguatan budaya penelitian dan publikasi ilmiah melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui seminar internasional bertajuk “Korpus Digital dalam Penelitian Bahasa dan Sastra di Era Kecerdasan Buatan” yang berlangsung pada 5–6 November 2026 di FIB UNEJ.

Ketua pelaksana, Zahratul Umniyyah, S.S., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai forum pertukaran pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran akademik berupa prosiding nasional.

Prosiding tersebut akan memuat artikel hasil kolaborasi penulisan antara dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam proses penelitian, penulisan artikel ilmiah, hingga publikasi.

BACA: AI dalam Penelitian Bahasa dan Sastra: Sorotan untuk Etika dan Peran Manusia 

 Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan riset. Mereka tidak hanya mengikuti pemaparan materi dari narasumber, tetapi juga diharapkan terlibat dalam kegiatan akademik yang menghasilkan karya ilmiah.

Koordinator Program Studi Sastra Indonesia UNEJ, Didik Suharijadi, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa penguatan budaya penelitian menjadi bagian dari komitmen program studi dalam merespons perubahan lanskap keilmuan bahasa dan sastra.

Menurut Didik, mahasiswa perlu menguasai teori dan metode penelitian konvensional sekaligus mengembangkan keterampilan baru. Kemampuan mengelola data digital, membaca fenomena kebahasaan secara kritis, dan memanfaatkan teknologi menjadi bekal penting untuk menghasilkan penelitian berkualitas.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas objek dan metode penelitian. Meski demikian, mahasiswa tetap harus menjaga ketajaman analisis, kedalaman interpretasi, kreativitas, dan tanggung jawab akademik.

“Bagi Program Studi Sastra Indonesia, perkembangan AI bukan ancaman bagi ilmu bahasa dan sastra, melainkan peluang untuk memperluas objek, metode, dan perspektif penelitian. Namun, teknologi harus tetap ditempatkan sebagai alat bantu. Ketajaman analisis, kedalaman interpretasi, kreativitas, dan tanggung jawab akademik tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak boleh ditinggalkan,” ungkap Didik.

Didik berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa. Ia juga menginginkan hasil kerja sama tersebut menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi perkembangan kajian linguistik dan sastra.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir kolaborasi penelitian yang lebih kuat antara dosen dan mahasiswa, sekaligus menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan kajian linguistik dan sastra,” tambahnya.

BACA: UNEJ Kembangkan Korpus Digital untuk Perkuat Riset Bahasa dan Sastra Indonesia 

Seminar internasional tersebut menghadirkan tiga narasumber dari dalam dan luar negeri, yakni Asst. Prof. Kiki Juli Anggoro, Ph.D., FHEA, dari Walailak University, Thailand; Dr. Fariz Alnizar, M.Hum., Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia; serta Rima Firdaus, S.Hum., M.Hum., dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga.

Ketiganya membahas pemanfaatan korpus digital dan AI dalam penelitian bahasa serta sastra. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan AI dalam pembelajaran, analisis kritis terhadap korpus linguistik, hingga perkembangan sastra digital dan persoalan hak cipta karya yang dihasilkan dengan bantuan teknologi.

Selain mendorong publikasi ilmiah, seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya FIB UNEJ mengembangkan digital humanities. Wakil Dekan I FIB UNEJ, Dr. Ikwan Setiawan, S.S., M.A., menilai tema kegiatan sejalan dengan peta jalan fakultas, khususnya pengembangan korpus digital untuk kajian linguistik dan sastra.

Wakil Rektor I UNEJ, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., juga berharap pengembangan korpus digital dapat menjadi fondasi pembentukan basis data bahasa, sastra, dan budaya Indonesia. Basis data tersebut diharapkan mendukung dokumentasi serta pengembangan penelitian terhadap kekayaan bahasa dan sastra nasional.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Program Studi Sastra Indonesia UNEJ berupaya mempertemukan pengembangan teknologi, penelitian humaniora, dan penguatan kapasitas akademik mahasiswa. Kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penyusunan prosiding nasional menjadi salah satu bentuk luaran yang diharapkan dapat memperkuat tradisi publikasi ilmiah di lingkungan kampus.