Sabtu, 08 August 2026 16:00 UTC

Tim gabungan sedang berupaya memadamkan api yang terus meluas di kawasan TNBTS hingga hari kelima, Jumat, 7 Agustus 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas.
Kobaran api yang membesar sejak Sabtu sore, 8 Agustus 2026, kini bergerak memasuki kawasan Savana Bromo dan mengarah ke Bukit B-29 di Kabupaten Lumajang.
Pergerakan api bahkan dilaporkan telah mendekati Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Meski demikian, hingga Sabtu malam, kobaran belum mencapai lembah Watangan yang lebih dikenal wisatawan sebagai Bukit Teletubbies.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan api mulai terlihat semakin besar sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi tersebut membuat tim di lapangan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan api menjalar ke kawasan lain.
“Semoga kobaran api tidak “meloncat”. Saat ini kami telah minta tim mengutamakan keselamatan dan berkumpul di JLKT yang masih aman,” kata Oemar.
Menurut dia, penanganan kebakaran sebenarnya telah dilakukan sejak pagi. Tim pemadam dikerahkan menuju sejumlah titik yang mengalami kebakaran untuk mengendalikan laju api dari darat.
Selain pengerahan personel di lapangan, upaya pemadaman juga dibantu melalui operasi udara. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran.
Namun, operasi pemadaman dari udara tidak berjalan maksimal karena dipengaruhi kondisi cuaca. Penerbangan water bombing pada hari Sabtu dilakukan hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
Oemar menyebut operasi udara akan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi. Helikopter dijadwalkan mulai beroperasi sekitar pukul 07.00 WIB untuk membantu memadamkan area hutan yang masih terbakar.
“Besok rencananya sekitar pukul 07.00 pagi WIB, helikopter water bombing kembali take off untuk melakukan pemadaman lahan hutan yang terbakar,” ujarnya.
Sementara itu, setelah api memasuki kawasan Savana Bromo pada Sabtu malam, personel gabungan bergerak menuju arah Jemplang melalui jalur lama.
Langkah tersebut dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi agar kobaran api tidak melewati jalur lama dan menjalar ke wilayah lainnya.
Oemar juga mengungkapkan adanya tambahan titik kebakaran. Salah satu lokasi baru berada di kawasan perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, tepatnya di sekitar pintu masuk Wonokitri.
“Hari ini bertambah satu lokasi lahan hutan yang terbakar, di mana salah satunya berada di perbatasan Probolinggo-Pasuruan atau kawasan pintu masuk Wonokitri,” jelasnya.
Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang terus dipantau tim di lapangan. Angin kencang dikhawatirkan dapat mempercepat pergerakan api, termasuk mendorong kobaran ke arah utara hingga mendekati lembah Watangan.
Untuk sementara, hembusan angin di kawasan TNBTS dilaporkan mulai mereda. Kondisi tersebut diharapkan bertahan hingga Minggu, sehingga proses pengendalian api dapat dilakukan lebih efektif.
“Mengingat kondisi hembusan angin agak mereda, semoga terus berlangsung hingga esok hari. Namun demikian, tim kami masih stand by di lokasi untuk memantau situasi,” kata Oemar.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan masih ditempatkan di sejumlah titik rawan. Selain melakukan pemantauan terhadap arah pergerakan api, personel juga berupaya mencegah kobaran menjalar lebih luas, terutama ke area yang berdekatan dengan jalur wisata dan kawasan lain di TNBTS.
