Kamis, 13 August 2026 12:12 UTC

Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi tenggelamnya bocah SD di Kedung Cekungan, Dusun Sudimoro, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis, 13 Agustus 2026. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Seorang bocah berusia 11 tahun meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di Kedung Cekungan, Dusun Sudimoro, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis, 13 Agustus 2026.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Korban diketahui bernama M Bagus David Sabiq Cahyono.
Kapolsek Kutorejo AKP Sugeng Irawadi mengatakan, korban saat itu mandi bersama tiga temannya, Yusril, Rian, dan M Fatkul. Mereka memilih Kedung Cekungan yang memiliki kedalaman sekitar enam meter sebagai lokasi untuk mandi.
Menurut keterangan polisi, korban dan ketiga temannya datang ke kedung setelah pulang sekolah. Saat berada di dalam air, korban berenang ke bagian tengah kedung.
“Tiba-tiba korban tenggelam. Teman-temannya tidak berani menolong karena kedung cukup dalam, sehingga mereka kemudian meminta pertolongan kepada warga,” ujar AKP Sugeng Irawadi.
Warga yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian. Setelah beberapa waktu, warga berhasil menemukan korban dan mengevakuasinya dari dalam kedung.
Namun, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat berhasil dievakuasi. Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.
Polisi menyebut keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga menandatangani surat pernyataan yang menyatakan tidak menghendaki autopsi, baik pemeriksaan luar maupun dalam terhadap jenazah.
Polisi selanjutnya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain atau beraktivitas di sekitar perairan. Orang tua diminta tidak membiarkan anak bermain sendiri di sungai, kedung, atau lokasi lain yang memiliki kedalaman berbahaya.
Kedung dengan cekungan dalam memiliki risiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang dan menyelamatkan diri secara memadai. Pengawasan orang tua menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
