Selasa, 11 August 2026 07:00 UTC

Sejumlah warga sedang melihat proses evakuasi mayat bayi yang mayatnya ditemukan di samping rumah warga Dusun Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Minggu sore, 9 Agustus 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Misteri kematian bayi laki-laki yang ditemukan terkubur di samping sumur rumah warga di Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai menemui titik terang.
Hasil sementara autopsi menunjukkan bahwa bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup dan diduga meninggal akibat kekurangan napas.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima wirdhan menyampaikan bahwa dugaan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan awal oleh dokter forensik terhadap jasad bayi.
Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
“Dari hasil otopsi, bayi lahir masih dalam kondisi hidup. Untuk penyebab kematian dimungkinkan karena dibekap hingga tidak bisa bernapas. Cuma kami masih menunggu surat resmi dari dokter forensik untuk hasil autopsinya,” ujarnya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menambahkan, hasil autopsi yang kini diterima penyidik saat ini masih bersifat sementara. Kesimpulan resmi dari dokter forensik akan menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan langkah hukum serta pengembangan penyelidikan lebih lanjut.
“Betul. Saat ini kami masih lakukan upaya penyelidikan sementara. Untuk orang tua dari si bayi masih dalam penyelidikan yang mendalam, nanti kita update lagi,” imbuhnya.
Sebelumnya, warga Dusun Jatisari digemparkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki yang terkubur di samping sumur belakang rumah warga pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah, Irham, 52 tahun bersama istrinya, Ruchannah, 44 tahun, dan anak laki-laki mereka, Khusnul, 23 tahun.
Saat itu, mereka baru saja pulang dari Gresik dan mendapati adanya gundukan tanah yang tampak masih baru di sekitar area sumur. Karena merasa curiga, gundukan tersebut kemudian digali.
Warga kemudian menemukan sebuah bungkusan kain berwarna merah. Setelah dibuka, di dalamnya terdapat jasad bayi laki-laki.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Jasad bayi kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Porong, Sidoarjo, untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi.
