Jumat, 25 September 2026 09:00 UTC

Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi saat mengunjungi rumah warga pascakebakaran di Kelurahan Wates, Jumat, 25 September 2026. Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran dinilai perlu diperkuat hingga tingkat rukun warga (RW) di Kota Mojokerto.
Selain kewaspadaan dari masing-masing rumah, warga perlu memiliki peralatan dan kemampuan untuk melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi mengatakan, kesiapsiagaan di lingkungan warga penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Salah satunya dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) serta memberikan pelatihan penanganan keadaan darurat kepada warga.
“Jika memungkinkan, kita perlu beberapa fasilitas APAR dan pelatihan,” kata Cak Sandi, sapaan akrab Rachman Sidharta Arisandi, Kamis, 25 September 2026.
Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan APAR. Warga juga perlu dibekali pengetahuan mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
“Tidak hanya APAR, mungkin juga tabung oksigen untuk kegawatdaruratan agar segera tertangani dengan baik,” ujarnya.
Cak Sandi mengatakan, upaya pencegahan tetap harus dimulai dari rumah. Warga diminta memastikan kompor, instalasi listrik, dan berbagai peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Langkah pertama kita harus sering-sering saling mengingatkan. Apalagi sebelum meninggalkan rumah, apakah sudah dimatikan listrik atau belum,” tuturnya.
Penguatan kesiapsiagaan lingkungan itu disampaikan Cak Sandi saat mengunjungi dua warga yang mengalami kebakaran ringan, yakni Kasiatun (70), warga Gang 2 Kelurahan Jagalan, dan Lulus (63), warga Lingkungan Rauang II Kelurahan Wates.
Didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Farida Mariana, Cak Sandi menyerahkan paket sembako kepada kedua warga tersebut.
Ia berharap warga juga saling memperhatikan kelompok rentan, terutama lansia, ketika terjadi keadaan darurat. Dengan respons cepat dari lingkungan sekitar, kebakaran diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani sebelum menjalar ke rumah lainnya.
