Logo

Mulai 1 Desember, KA Pandanwangi Berhenti di Tiga Stasiun Tambahan

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 November 2026 14:40 UTC

Mulai 1 Desember, KA Pandanwangi Berhenti di Tiga Stasiun Tambahan

Suasana Penumpang KA Pandanwangi di Stasiun Jember. Foto: Fauzan Arif Satrio/Jatimnet

JATIMNET.COM, Jember – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memperluas layanan KA Pandanwangi dengan menambah tiga stasiun pemberhentian pada rute Jember–Ketapang pulang pergi (PP). Kebijakan tersebut mulai berlaku 1 Desember 2026 seiring penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026.

Tiga stasiun yang akan melayani naik dan turun penumpang KA Pandanwangi meliputi Stasiun Argopuro, Stasiun Sumberwadung, dan Stasiun Glenmore.

Penambahan titik pemberhentian ini bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap transportasi kereta api, khususnya warga yang tinggal di sekitar ketiga stasiun tersebut. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan penambahan pemberhentian tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan transportasi kereta api.

“Melalui GAPEKA 2026, kami ingin memastikan layanan kereta api semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Penambahan pemberhentian di Stasiun Argopuro, Sumberwadung, dan Glenmore diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih praktis, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat transportasi kereta api,” ujar Cahyo, Jumat, 6 November 2026.

BACA: Jalur Ledokombo-Sempolan Jember Terkikis, Lima Perjalanan KA Terhambat 

Menurut Cahyo, kemudahan akses kereta api juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Jember dan Banyuwangi. Konektivitas yang semakin baik diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi serta memperluas pemasaran produk lokal.

Selain itu, wisatawan akan memiliki alternatif transportasi yang lebih mudah untuk menjangkau berbagai destinasi wisata di kedua daerah tersebut.

“Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan semakin banyaknya stasiun yang dilayani, kami berharap mobilitas masyarakat semakin tumbuh, kunjungan wisata meningkat, dan pelaku UMKM di sekitar wilayah stasiun turut memperoleh manfaat dari aktivitas perjalanan tersebut,” tambahnya.

 

KA Pandanwangi Angkut 937 Ribu Penumpang hingga Oktober 2026

Perluasan layanan KA Pandanwangi juga sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api di wilayah Jember dan Banyuwangi.

KAI Daop 9 Jember mencatat KA Pandanwangi telah melayani 937.942 penumpang selama periode Januari hingga Oktober 2026. Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 93.794 penumpang setiap bulan.

BACA: Angka Kemiskinan Jember Disebut Turun 15 Ribu Orang, DPRD Minta Pemerataan Penanganan 

Volume penumpang tertinggi terjadi pada Mei 2026 dengan jumlah mencapai 102.806 orang. Periode libur nasional dan cuti bersama menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan jumlah perjalanan pada bulan tersebut.

Saat ini, KA Pandanwangi melayani empat perjalanan setiap hari dengan rute Jember–Ketapang PP. Kereta api lokal tersebut menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Jember dan Banyuwangi.

Dengan tambahan pemberhentian di Stasiun Argopuro, Sumberwadung, dan Glenmore mulai 1 Desember 2026, KAI Daop 9 Jember berharap semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut.

KAI juga mengimbau calon penumpang agar merencanakan perjalanan lebih awal. Masyarakat dapat memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket lainnya.

Cahyo mengingatkan penumpang untuk memeriksa jadwal keberangkatan, memastikan kesesuaian stasiun asal dan tujuan, serta datang lebih awal sebelum kereta berangkat.

“Kami berharap kereta api dapat menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari masyarakat sekaligus mendukung kemajuan daerah. Mari bersama-sama memanfaatkan dan menjaga fasilitas transportasi publik ini agar semakin memberikan manfaat bagi semua,” pungkasnya.