Kamis, 05 November 2026 04:00 UTC

Wakil ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat melakukan inspeksi di proyek lokasi jalan Bungah-Dukun, Kecamatan Bungah, Rabu, 4 November 2026. Foto: Agus Salim/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Gresik – Proyek peningkatan kualitas jalan penghubung Bungah-Dukun, Kecamatan Bungah yang mengalami keterlambatan pekerjaan menjadi perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Gresik.
Wakil rakyat yang membidangi pembangunan dan infrastruktur melakukan inspeksi ke lokasi proyek senilai Rp13,9 miliar tersebut, Rabu, 4 November 2026.
Hasilnya diketahui, progres fisik proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu baru mencapai sekitar 50 persen. Padahal, kontrak awal dari pekerjaan yang mencakup penanganan jalan sepanjang 4,2 kilometer itu berakhir pada 25 Oktober 2026.
Oleh karena itu, Komisi III DPRD Gresik mendesak agar kontraktor mempercepat dan memperhatikan kualitas pekerjaan. Dengan demikian, proyek fisik tersebut dapat diselesaikan pada akhir November 2026.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengatakan bahwa target waktu penyelesaian itu berdasarkan kesepakatan dalam hearing yang melibatkan beberapa pihak terkait proyek tersebut.
Pihak yang terlibat mulai dari legislatif, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR), konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana.
Dalam forum tersebut, dewan merekomendasikan pemberian tambahan waktu atau adendum 50 hari. "Harapan kami, target penyelesaian yang diberikan pada akhir November ini benar-benar bisa tuntas," ujar Hamdi.
Meski disepakati perpanjangan waktu pekerjaan, DPRD mengingatkan kontraktor tidak mengabaikan konsekuensi keterlambatan. Kontraktor terancam dikenai denda sebesar satu permil atau 1 persen dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan.
Hamdi juga menyoroti persoalan pasokan material yang dinilai menjadi salah satu faktor penghambat pekerjaan. Material penting seperti beton U-Ditch, aspal, dan cor beton untuk bahu jalan harus segera tersedia agar pengerjaan tidak kembali tersendat.
"Kebutuhan material ini masih perlu didorong lagi pengirimannya dari penyedia, terutama U-Ditch, aspal, serta cor beton untuk bahu jalan," tegasnya.
Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Dani mengungkapkan bahwa dari total kebutuhan 1.760 unit U-Ditch, baru sekitar 150 unit yang terpasang. Adapun pengaspalan dari total panjang penanganan 4,2 kilometer baru terealisasi sekitar satu kilometer.
"Untuk hari ini progres pengerjaan masih di kisaran 50 persen. Pemasangan U-Ditch mulai lancar, tetapi untuk titik di depan area permukiman atau rumah warga belum bisa maksimal dikerjakan jika dilakukan penggalian. Kendala utamanya ada pada kelancaran suplai material dari kontraktor," jelas Dani.
Pihak konsultan menargetkan pengaspalan rampung pada 15 November 2026. Sedangkan pemasangan seluruh saluran U-Ditch diproyeksikan selesai pada 14 Desember 2026.
