Rabu, 04 November 2026 09:56 UTC

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar mengontrol alat perlengkapan untuk mengantisipasi musim hujan mendatang, Rabu, 4 November 2026. Foto: Wanto/Jatimnet
JATIMNET.COM, Mojokerto – Polres Mojokerto Kota memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan. Kepolisian menggandeng TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Langkah tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di Lapangan Patih Gajah Mada Polres Mojokerto Kota, Rabu, 4 November 2026.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar memimpin apel tersebut. Wakapolres Kompol Jalaludin turut mendampingi, sedangkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono hadir bersama jajaran pejabat utama dan para kapolsek.
Polres Mojokerto Kota juga melibatkan berbagai instansi dalam kegiatan tersebut. Unsur yang hadir antara lain TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup, PLN, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Keterlibatan lintas instansi itu bertujuan membangun kesiapan bersama dalam menghadapi situasi darurat. Dengan koordinasi yang terarah, setiap lembaga diharapkan dapat menjalankan perannya secara terpadu saat bencana terjadi.
Dalam amanatnya, Dody menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memeriksa kesiapan personel, peralatan, sarana prasarana, serta mekanisme koordinasi antarlembaga.
Dia mengingatkan seluruh unsur agar meningkatkan kewaspadaan sejak awal musim penghujan. Pengalaman banjir di sejumlah daerah, menurutnya, menjadi peringatan bahwa langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum bencana menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.
"Kesiapan penanggulangan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan personel, sarana dan prasarana, peralatan pendukung hingga mekanisme koordinasi antarlembaga agar penanganan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, terpadu, dan efektif," tegasnya.
Dody juga meminta setiap personel dan instansi memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing. Kecepatan dalam mengambil tindakan dan kelancaran komunikasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.
"Sebagai representasi negara, kita harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk melakukan upaya penanggulangan dan meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh bencana alam yang berpotensi terjadi," pungkasnya.
