Logo

Kediri Siagakan 350 Personel Hadapi Musim Hujan

Reporter:,Editor:

Rabu, 04 November 2026 06:00 UTC

Kediri Siagakan 350 Personel Hadapi Musim Hujan

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu (berseragam polisi) dan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin (baju sapari warna putih) saat meninjau dalam apel kesiapansiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, Rabu, 4 November 2026. Foto: Prokopim Kota Kediri

JATIMNET.COM, Kediri – Sebanyak 350 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi di Kota Kediri saat memasuki musim hujan akhir 2026.

Ancaman yang diwaspadai tidak hanya kenaikan debit Sungai Brantas, tetapi juga angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor.

Kesiapan personel tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Bencana Hidrometeorologi di Kota Kediri, Rabu, 4 November 2026. Apel dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu dan dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin.

Personel yang disiagakan berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, PLN, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kresno mengatakan, berdasarkan pengalaman kejadian bencana sebelumnya, banjir skala besar bukan ancaman yang dominan di Kota Kediri.

Meski demikian, kenaikan debit Sungai Brantas tetap perlu diantisipasi karena masih ada warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.

"Kenaikan debit air Sungai Brantas juga menjadi perhatian, karena masih ada masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai," ujarnya.

Selain itu, potensi tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang juga menjadi perhatian dalam menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Untuk mempercepat penanganan, setiap instansi telah membentuk tim reaksi cepat yang bersiaga selama 24 jam. Masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat melalui layanan kepolisian 110 maupun layanan Pemerintah Kota Kediri 112.

"Dari semua sumber kanal pengaduan itu kita manfaatkan, dan komunikasi antar-instansi juga kita manfaatkan," jelas Kresno.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengatakan, perangkat daerah terkait telah menyiapkan personel serta sarana dan prasarana pendukung. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan bencana.

"Melalui langkah-langkah mitigasi yang dilakukan harapannya potensi bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan dampaknya," ujarnya.