Selasa, 03 November 2026 16:25 UTC

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto saat mengunjungi rumah Sun di Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember pada Selasa, 3 November 2026. Foto: Fauzan Arif Satrio/Jatimnet
JATIMNET.COM, Jember – Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengapresiasi penurunan jumlah absolut penduduk miskin di Kabupaten Jember yang disebut mencapai sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir. Meski demikian, dia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan persoalan kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Widarto setelah mengunjungi rumah seorang perempuan berinisial Sun di Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Senin, 2 November 2026.
Dalam kunjungan itu, Widarto melihat langsung kondisi kehidupan Sun yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah. Perempuan tersebut tinggal di rumah yang sebagian besar masih berdinding bambu dan menghadapi kesulitan ekonomi setelah kehilangan pekerjaan.
"Kami mengapresiasi penurunan jumlah absolut kemiskinan di Kabupaten Jember. Tapi kita semua masih punya pekerjaan rumah atas persoalan kemiskinan tersebut," kata Widarto, Selasa, 3 November 2026.
Menurut politikus yang juga Ketua DPC PDIP Jember ini, penurunan angka kemiskinan perlu diikuti dengan upaya memastikan masyarakat yang masih membutuhkan mendapatkan penanganan. Pemerintah daerah, terutama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, perlu melakukan pendataan dan melihat kondisi warga secara langsung.
Dia juga menyoroti persoalan administrasi kependudukan yang dihadapi Sun. Perempuan tersebut diketahui tidak memiliki KTP Jember sehingga pemerintah perlu menelusuri kendala administrasi yang dialaminya dan memastikan kebutuhan keluarganya mendapat perhatian.
"Pasca bercerai dari suaminya selama 14 tahun, ia tak memiliki KTP. Rumah tangga keduanya pun hanya sebatas pernikahan secara siri, belum didaftarkan secara administrasi," kata Widarto.
Kondisi Sun menjadi salah satu gambaran persoalan kemiskinan yang masih membutuhkan perhatian. Sebelumnya, perempuan tersebut diduga mengambil tiga kantong beras dengan total berat 15 kilogram dari sebuah minimarket di kawasan Bumi Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, pada 25 Oktober 2026.
Kanit Reskrim Polsek Kaliwates Ipda Danang Priswantoro menyebut dugaan pengambilan beras tersebut berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Pemilik minimarket kemudian memaafkan Sun setelah mengetahui kondisi ekonominya.
Meski Widarto menyebut jumlah absolut penduduk miskin Jember turun sekitar 15 ribu orang, angka tersebut masih perlu dilihat bersama data statistik resmi untuk mengetahui periode pengukuran, persentase penurunan, dan perkembangan tingkat kemiskinan daerah. Evaluasi juga diperlukan untuk memastikan penurunan tersebut diikuti perbaikan kondisi masyarakat.
Widarto meminta pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada capaian angka kemiskinan, tetapi juga memperhatikan warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
"Persoalan administrasi kependudukan, termasuk warga yang tidak memiliki KTP, perlu menjadi perhatian agar masyarakat yang membutuhkan tidak luput dari pendataan dan penanganan pemerintah," pungkas alumnus Ilmu Sejarah Universitas Jember (Unej) ini.
