Logo

Asap Erupsi Gunung Bromo Mulai Menipis, Status Masih Waspada

Larangan dekati kawah tetap berlaku
Reporter:,Editor:

Jumat, 06 November 2026 09:02 UTC

Asap Erupsi Gunung Bromo Mulai Menipis, Status Masih Waspada

Petugas melakukan pemantauan aktivitas vulkanologi Gunung Bromo di Pos PVMBG, Jumat, 7 November 2026. Foto: Zulafif/Jatimnet

‎JATIMNET.COM, Probolinggo – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih menunjukkan fluktuasi setelah mengalami erupsi pada Kamis sore, 5 November 2026. Meski asap yang keluar dari kawah mulai menipis pada Jumat pagi, 5 November 2026, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mewaspadai potensi perubahan aktivitas gunung.

Berdasarkan pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo selama periode Kamis, 5 November 2026, pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, petugas masih merekam sejumlah aktivitas kegempaan.

Salah satunya berupa satu kali gempa letusan dengan amplitudo 23 milimeter dan durasi 46 detik. Selain itu, tercatat empat kali gempa frekuensi rendah atau low frequency dengan durasi masing-masing 10 hingga 11 detik.

Petugas juga mengamati tremor menerus dengan amplitudo berkisar 0,5 hingga 1 milimeter. Aktivitas tersebut didominasi amplitudo 0,5 milimeter.

Sementara itu, asap kawah masih terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai tebal. Ketinggian asap terpantau mencapai sekitar 50 hingga 500 meter di atas puncak kawah.

BACA: Abu Bromo Membumbung 500 Meter, Wisatawan Diimbau Jauhi Kawah  

Petugas PPGA Bromo, Budi Marwanto, menjelaskan bahwa erupsi tersebut diduga dipicu guguran material dari tebing kawah yang jatuh ke bagian dalam kawah. Peristiwa itu kemudian memicu keluarnya asap pekat dari kawah.

"Untuk gempa letusannya sekitar 40 detikan, sedangkan keluarnya abu vulkanik dimulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB malam," terang Budi.

Ia mengatakan, kondisi kawah pada Jumat pagi mulai menunjukkan penurunan intensitas asap dibandingkan saat erupsi terjadi pada Kamis sekitar pukul 17.11 WIB.

Meski demikian, penurunan intensitas asap tidak serta-merta menandakan aktivitas vulkanik telah mereda sepenuhnya. Budi mengingatkan bahwa aktivitas Gunung Bromo masih berfluktuasi sehingga kondisinya berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Hingga Jumat pagi, 6 November 2026, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Bromo pada Level II atau Waspada.

Petugas mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pelaku jasa wisata untuk tidak memasuki kawasan berbahaya dalam radius satu kilometer dari pusat erupsi. Mereka juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang disampaikan petugas.

Wisatawan khususnya diingatkan agar tidak memaksakan diri mendekati kawah hanya untuk melihat kondisi gunung. Kepatuhan terhadap pembatasan kawasan tersebut diperlukan guna mengantisipasi risiko bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang masih berfluktuasi.