Kamis, 05 November 2026 23:00 UTC

Petugas Polres Probolinggo saat memantau aktivitas vulkanik di kawasan Wisata Gunung Bromo, Kamis, 6 November 2026. Foto: Zulalif/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo kembali meningkat setelah mengalami erupsi pada Kamis, 5 November 2026, sekitar pukul 17.11 WIB.
Kolom abu setinggi sekitar 500 meter membumbung dari kawah dan bergerak ke arah barat. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal.
Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 46 detik.
Meski terjadi erupsi, status Gunung Bromo hingga Kamis malam masih berada pada Level II atau Waspada. PVMBG merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah aktif.
Merespons kondisi tersebut, Polres Probolinggo melalui Polsek Sukapura bersama Tim Siaga Bencana melakukan pemantauan di sejumlah titik kawasan wisata.
Petugas juga menyampaikan imbauan langsung kepada warga, pedagang, wisatawan hingga pelaku usaha pariwisata.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus mengikuti perkembangan informasi resmi dan mematuhi rekomendasi petugas.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan Gunung Bromo agar tetap tenang, tidak panik. Namun, selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya, Jumat, 6 November 2026.
“Patuhi rekomendasi PVMBG dengan tidak memasuki radius satu kilometer dari kawah aktif. Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama," lanjutnya.
Asmida mengatakan, personel di lapangan telah diperintahkan untuk terus memantau kondisi gunung serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan, agar penanganan dapat segera dilakukan apabila aktivitas vulkanik mengalami perkembangan.
"Kami ingin memastikan langkah antisipasi dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi perkembangan aktivitas Gunung Bromo," tegasnya.
Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Budi Marwoto, menyebut pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan visual dan instrumen seismograf.
Adapun keputusan terkait perubahan status aktivitas Gunung Bromo menjadi kewenangan PVMBG berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kondisi vulkanik.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas wisata di kawasan Bromo masih berjalan seperti biasa. Kepala Resor Tengger Laut Pasir Cemoro Lawang, Haryono, mengatakan pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
Polres Probolinggo bersama instansi terkait, akan terus meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi.
Wisatawan yang berencana berkunjung ke Bromo diharapkan tidak mengabaikan peringatan petugas.
Selain menjauhi radius satu kilometer dari kawah aktif, pengunjung juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik.
