JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membangun museum di kawasan wisata religi Ampel Surabaya. Pembangunan ini untuk mengembangkan potensi obyek wisata religi yang mampu bersaing di kelas dunia.

“Ya, kami berharap museum ini benar-benar diadakan, karena wisata religi ampel ini banyak menyimpan sejarah dan juga budaya sejak sekitar 600 tahun yang lalu,” kata Takmir Masjid Ampel Surabaya Achmad Wahyuddin saat diwawancarai melalui telepon, 10 Februari 2019.

Perlu diketahui bahwa kawasan wisata religi ampel banyak menyimpan sejarah dan budaya, mulai dari era Majapahit, penjajahan Belanda dan juga masa-masa kemerdekaan.

Wahyudin mengungkapkan, dibutuhkan peran pemerintah dalam merevitalisasi kawasan wisata religi Ampel. Karena pemkot merupakan stakeholder yang mempunyai wewenang di kawasan ini. Akan tetapi memang dibutuhkan diskusi dan pengkajian untuk melihat kebutuhan masyarakat setempat jika diadakan revitalisasi tersebut.

BACA JUGA: Begini Ide Ampel Surabaya Jadi Objek Wisata Berkelas Dunia

“Jadi kami berharap supaya pemkot melakukan penataan kawasan secara menyeluruh, bukan hanya secara parsial,” tambahnya.

Menurutnya revitalisasi ini harus dikaji dengan matang dan disesuaikan dengan budaya, sejarah, dan ekonomi masyarakat.

Di samping itu, Kepala Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Ery Cahyadi mengungkapkan saat ini pemkot sedang melakukan pengkajian dalam merevitalisasi kawasan wisata religi di Surabaya. Adapun yang sedang dikaji meliputi area makam Mbah Bungkul, Masjid Rahmat Kalimas, dan area makam Sunan Ampel.

“Tujuan penataan ini selain mengembangkan potensi wisata, juga mengatur kenyamanan dan kepuasan pengunjung,” tambahnya.

BACA JUGA: 10 Museum Yang Wajib Anda Kunjungi di Surabaya

Pembangunan di kawasan wisata religi Sunan Ampel masih membutuhkan pengkajian yang cukup panjang. Karena pemkot melihat semua sisi budaya, sejarah, ekonomi, dan kenyamanan pengunjung di kawasan tersebut.

Pengkajian ini, lanjut Ery, bukan hanya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maupun Bappeko saja, melainkan menyertakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, akademisi, ahli sejarah, dan pastinya warga yang tinggal di kawasan tersebut.

“Adanya sinergitas tersebut bertujuan agar revitalisasi ini tidak merugikan pihak-pihak tertentu. Karena kemungkinan apa yang direncanakan oleh pemkot kurang sesuai diterapkan dalam masyarakat,” jelasnya.

Ery menyampaikan nantinya di kawasan tersebut akan didirikan museum religi agar pengunjung bisa langsung mengetahui sejarah dan budaya kawasan tersebut. Selain itu, yang menjadi perhatian pemkot meliputi tidak tertatanya pedagang kaki lima di jalan raya, lahan parkir yang masih di tepi jalan, dan juga fasilitas penyeberangan pengunjung.

BACA JUGA: Replika Mushaf Tertua Dunia Akan Dihadirkan di Museum Istiqlal

“Permasalahan-permasalahan ini nantinya yang akan kami selesaikan, tujuannya agar kawasan lebih menarik, pengunjung nyaman dan ekonomi masyarakat setempat meningkat,” ungkap Ery.

Nantinya, pemkot akan melakukan sentralisasi parkir untuk pengunjung kawasan Sunan Ampel, baik kendaraan motor, mobil maupun bus di terminal. Sedangkan alternatif untuk menyeberang ke masjid dan makam Ampel, pemkot akan membuat zebra cross dan lampu tombol bunyi untuk memudahkan penyeberangan pengunjung.

“Jadi kami tidak membuat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) agar pengunjung masih bisa melewati Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di wilayah tersebut,” tutupnya.