Jumat, 10 July 2026 09:04 UTC

Petugas SAR Surabaya evakuasi jenazah RYS yang tewas di dalam mobil di parkiran Bandara Juanda, Rabu, 26 Juni 2026. Foto: Humas tim SAR
JATIMNET.COM, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur membuka sayembara berhadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi valid terkait keberadaan buronan kasus pembunuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, RYS (50). Langkah ini ditempuh setelah hampir dua pekan pelaku belum berhasil ditangkap.
Penyidik menilai buronan masih leluasa berpindah-pindah lokasi. Polisi juga menduga ada pihak yang membantu pelaku dengan menyediakan tempat persembunyian sehingga proses pengejaran menjadi lebih sulit.
Ketua Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Aipda Sigit Dwi Susanto, menegaskan hadiah uang tunai tersebut bukan berasal dari anggaran institusi kepolisian. Dana sebesar Rp20 juta merupakan hasil inisiatif pribadi anggota tim yang terlibat dalam perburuan pelaku.
"Yang penting itu kan inisiatif sudah dari awal, inisiatif dari dana pribadi. Besarnya Rp20 juta," kata Aipda Sigit, Jumat, 10 Juli 2026.
BACA: Polda Jatim Kerahkan Sejumlah Tim Buru Terduga Pembunuh Pejabat Pemkab Bangkalan
Informasi mengenai sayembara itu diumumkan melalui akun TikTok Hellboy Polisi Langit Jatanras. Unggahan tersebut menampilkan foto terduga pelaku disertai tulisan "Pelaku Pembunuhan Bandara Juanda" dan keterangan bahwa masyarakat yang memberikan informasi akurat akan memperoleh hadiah Rp20 juta.
Menurut Aipda Sigit, keputusan membuka sayembara bertujuan mempersempit ruang gerak buronan yang hingga kini masih berhasil menghindari penangkapan.
"Jadi, pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif, Mas. Inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak," ujarnya.
Ia berharap masyarakat ikut berperan aktif dengan menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada kepolisian. Semakin banyak informasi yang diterima, peluang pelaku untuk bersembunyi diyakini akan semakin kecil.
BACA: Keluarga ASN Bangkalan Minta Publik Tak Berspekulasi soal Kematian RYS
"Jadi biar semua netizen peduli. Kita mau mempersempit ruang gerak pelaku ini. Masalahnya kan dia masih ada yang nampung, pindah masih ada yang nampung. Nah, ini kan kalau viral sekalian kan ruang geraknya makin sempit," katanya.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah RYS (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova berpelat merah M 1090 GP di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada 24 Juni 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan Erlan sebagai terduga pelaku. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti, di antaranya rekaman kamera pengawas (CCTV) serta keterangan para saksi yang mengarah pada dugaan bahwa Erlan merupakan orang terakhir yang bersama korban sebelum jasadnya ditemukan.
Hingga kini, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bersama Polresta Sidoarjo masih terus melakukan pengejaran terhadap Erlan di sejumlah daerah. Kepolisian berharap informasi dari masyarakat dapat mempercepat proses penangkapan sekaligus membantu mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan ASN Kabupaten Bangkalan tersebut.
