Senin, 29 June 2026 12:00 UTC

Proses evakuasi jenazah ASN Kabupatem Bangkalan dari dalam mobil di Bandara Juanda, Rabu, 24 Juni 2026. Foto: Humas SAR Surabaya.
JATIMNET.COM, Surabaya – Kasus kematian RYS, 51 tahun, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal di dalam mobil dinas masih dalam penyelidikan kepolisian.
Jenazah RYS ditemukan di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan setelah polisi menemukan sejumlah tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Di tengah proses penyelidikan, keluarga korban meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan terkait motif maupun pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kuasa hukum keluarga RYS, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
"Perkembangan terbaru belum ada. Kami tetap menunggu proses penyelidikan polisi," katanya kepada wartawan, Senin 29 Juni 2026.
Menurut Risang, beredarnya video seorang pria yang disebut berkaitan dengan korban di media sosial tidak bisa dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan. Ia menyerahkan pengungkapan identitas maupun hubungan pria tersebut dengan korban kepada penyidik.
"Terkait siapa laki-laki itu, kami tidak tahu. Itu tetap menjadi ranah polisi. Nanti setelah pelakunya tertangkap, identitasnya seperti apa, motifnya apa, biar polisi yang menjelaskan," ujarnya.
Ia menilai munculnya video tersebut justru memunculkan berbagai asumsi di masyarakat yang berpotensi mengganggu proses penyelidikan.
"Dengan adanya video itu kan spekulasinya liar sekali. Asumsi masyarakat bermacam-macam. Karena itu kami dari pihak keluarga tetap berpegang pada hasil autopsi dulu," katanya.
Risang menyebut hasil autopsi sementara menjadi salah satu pertimbangan keluarga untuk tidak membangun dugaan sebelum ada penjelasan resmi dari penyidik. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kata dia, tidak ditemukan adanya persetubuhan pada korban.
"Hasil autopsi menyatakan tidak ada persetubuhan. Jadi, kami memilih menunggu fakta-fakta yang nantinya diungkap polisi," ucapnya.
Ia mengakui masih terdapat berbagai kemungkinan dalam perkara tersebut, termasuk dugaan korban mengenal pihak yang diduga terlibat. Namun, seluruh kemungkinan itu masih harus dibuktikan melalui alat bukti.
"Kalaupun memang ada hubungan dekat dengan seseorang, itu pun masih kemungkinan. Yang bisa memastikan nanti adalah penyidik berdasarkan alat bukti," katanya.
Risang juga menyinggung adanya fenomena kejahatan bermodus love scam yang berkembang di masyarakat. Namun, ia menegaskan hal tersebut bukan kesimpulan dalam kasus kematian RYS.
"Kalau melihat fenomena yang ada, bisa saja orang menduga modusnya seperti love scam. Tapi itu hanya kemungkinan. Mengenai hubungan laki-laki itu dengan korban maupun motif pembunuhan, kami tetap menunggu polisi yang mengungkapnya," jelasnya.
Sebelumnya, dugaan pembunuhan menguat setelah hasil autopsi sementara menemukan luka robek pada cuping telinga kiri korban akibat kekerasan benda tumpul serta tanda-tanda yang mengarah pada kematian akibat asfiksia atau mati lemas.
Polresta Sidoarjo hingga kini masih melakukan penyelidikan. Polisi belum mengungkap identitas maupun dugaan pelaku dan meminta masyarakat menunggu informasi resmi setelah proses penyidikan memperoleh hasil.
