Jumat, 07 August 2026 10:00 UTC

Tim gabungan sedang berupaya memadamkan api yang terus meluas di kawasan TNBTS hingga hari kelima, Jumat, 7 Agustus 2026. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki hari kelima, Jumat, 7 Agustus 2026. Luas area yang terdampak kini mencapai sekitar 176,3 hektare.
Api yang pertama kali muncul di Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang, terus merembet hingga kawasan bawah Tebing B29 di wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), kondisi vegetasi yang kering serta medan yang terjal menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Sejumlah titik api berada di kawasan tebing yang sulit dijangkau petugas.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraja mengatakan, pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. Seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk menekan penyebaran api.
"Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, baik personel di lapangan maupun dukungan pemadaman dari udara," kata Rudijanta.
Menurutnya, dukungan pemadaman dari udara menjadi salah satu upaya penting untuk menjangkau titik api di lokasi yang tidak dapat diakses petugas melalui jalur darat.
"Pemadaman lewat udara sangat membantu menjangkau lokasi yang tidak bisa diakses petugas karena kondisi tebing yang curam. Harapan kami, penyebaran api dapat segera dihentikan sehingga kebakaran tidak semakin meluas," ujarnya.
Sementara itu, pemadaman melalui jalur darat terus dilakukan oleh ratusan personel gabungan. Mereka terdiri dari unsur Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, BB TNBTS, BPBD, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Petugas menyisir garis api di sejumlah lereng perbukitan. Untuk menjangkau titik-titik yang berada di lokasi ekstrem, tim juga mengoperasikan drone penyemprot air.
Petugas gabungan akan terus bersiaga hingga seluruh titik api dinyatakan padam dan tidak lagi berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Api muncul di tebing sebelah selatan Lembah Watangan, tepatnya di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Luas area terbakar kemudian terus bertambah. Pada Selasa, 4 Agustus, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 7,9 hektare. Sehari berikutnya meningkat menjadi sekitar 15 hektare.
Memasuki Kamis, api telah menjalar hingga wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Luas area terdampak saat itu mencapai lebih dari 86 hektare.
Hingga Jumat malam, luas area yang terdampak karhutla telah mencapai sekitar 176,3 hektare.
Untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan wisatawan, BB TNBTS masih menutup sementara tiga akses masuk wisata Bromo.
Ketiga akses tersebut yakni Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro. Penutupan akan diberlakukan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman dari ancaman karhutla.
