Logo

Asing Sudah Jual Saham Sebelum Purbaya Dicopot, IHSG Pulih Saat Suahasil Muncul

Investor asing memang membukukan jual bersih pada hari pergantian Menteri Keuangan. Namun, data perdagangan menunjukkan tekanan jual besar sudah terjadi berjam-jam sebelum Suahasil Nazara datang ke Istana. Ketika kepastian pergantian menteri justru mengua
Reporter:,Editor:

Selasa, 15 September 2026 07:00 UTC

Asing Sudah Jual Saham Sebelum Purbaya Dicopot, IHSG Pulih Saat Suahasil Muncul

Ilustrasi pasar saham bergejolak menjelang pergantian Menteri Keuangan. (Dx Gen-ai)

JATIMNET.COM, Jakarta – Aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia, Senin (14/9/2026), bertepatan dengan pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Namun, urutan waktunya memperlihatkan fakta yang lebih kompleks: sebagian besar tekanan jual asing justru sudah terjadi sebelum kabar pergantian Menteri Keuangan mendapat kepastian.

Pada akhir perdagangan, CNBC Indonesia mencatat investor asing melakukan jual bersih atau net sell Rp337,4 miliar. IDNFinancials, dengan basis transaksi pasar reguler, mencatat angka Rp330,69 miliar.

Sepintas, data tersebut dapat memberi kesan bahwa investor asing keluar dari saham Indonesia ketika Presiden Prabowo Subianto merombak posisi Menteri Keuangan.

Namun data sesi pertama menunjukkan kronologi berbeda. Hingga perdagangan ditutup sementara pada Senin siang, investor asing sudah membukukan net sell Rp664,34 miliar. IHSG saat itu turun 111,50 poin atau 1,70 persen ke posisi 6.429,88.

Artinya, tekanan jual asing yang jauh lebih besar sudah berlangsung beberapa jam sebelum Suahasil terlihat datang ke Istana Kepresidenan.

Pada sesi tersebut, asing paling banyak melepas saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp164,81 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp127,90 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp124,55 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp45,83 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp34,71 miliar. Seluruh indeks sektoral juga berada di zona merah, dengan sektor energi turun paling dalam sebesar 3,06 persen.

Tekanan pasar sebenarnya telah terlihat sejak pagi. Sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG sudah turun 1,36 persen ke level 6.452. Bloomberg Technoz mencatat pasar ketika itu menghadapi tekanan eksternal berupa harga minyak yang kembali menembus US$100 per barel dan kekhawatiran menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat pada 15–16 September.

Situasi itu penting karena menunjukkan bahwa pelemahan saham dan keluarnya dana asing tidak bermula setelah kabar Purbaya dicopot.

Bahkan pada pekan sebelumnya, investor asing telah mencatat jual bersih Rp2,31 triliun di pasar reguler, sementara IHSG terkoreksi 1,43 persen. BBCA menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas asing sepanjang pekan dengan net sell sekitar Rp1,48 triliun.

Perubahan suasana baru terlihat menjelang sore. Suahasil tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 14.44 WIB dengan mengenakan jas dan dasi biru.

Ketika ditanya wartawan mengenai maksud kedatangannya, ia hanya menjawab singkat bahwa dirinya dipanggil melalui telepon. Pada saat itu belum ada pengumuman resmi bahwa ia akan menggantikan Purbaya.

IHSG kemudian sempat menyentuh titik terendah harian sekitar 6.371 pada pukul 15.02 WIB. Tetapi grafik mulai bergerak naik beberapa menit kemudian, ketika spekulasi mengenai pergantian Menteri Keuangan semakin kuat. Indeks akhirnya sempat mencapai level tertinggi 6.550 menjelang penutupan perdagangan.

Presiden Prabowo kemudian resmi melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara. Pengangkatan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024–2029. Suahasil menggantikan Purbaya yang menjabat sejak 8 September 2025.

Menariknya, ketika pergantian Menteri Keuangan memperoleh kepastian, IHSG bukannya jatuh lebih dalam. Indeks justru memangkas hampir seluruh penurunan dan akhirnya hanya terkoreksi sekitar 0,10 persen di level 6.534. Sepanjang hari, IHSG bergerak di antara titik terendah 6.371 dan tertinggi 6.550.

Saham bank-bank berkapitalisasi besar bahkan ditutup menguat. BBRI naik 3,97 persen, BBNI 3,21 persen, BBCA 2,76 persen, dan BMRI 1,83 persen. Kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut ikut membantu IHSG memangkas penurunan yang sebelumnya sempat melebihi dua persen.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai respons awal pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan cenderung positif, tetapi tidak berlebihan. Ia menyebut respons itu sebagai “positif-terukur, bukan euforia.” Pada saat yang sama, analis menilai faktor eksternal tetap memainkan peran besar dalam tekanan yang dialami IHSG sepanjang hari.

Data perdagangan asing sampai penutupan juga memperlihatkan perubahan cukup besar dibandingkan sesi pertama. Dari net sell Rp664,34 miliar pada siang hari, jual bersih asing di pasar reguler akhirnya menyusut menjadi Rp330,69 miliar. Pembelian asing mencapai Rp5,38 triliun, sedangkan penjualan asing Rp5,71 triliun.

Meski demikian, asing tetap melepas ANTM Rp209,3 miliar, BMRI Rp171,9 miliar, BBCA Rp146,9 miliar, BUMI Rp102,7 miliar, dan TINS Rp56,6 miliar.

Pada sisi lain, modal asing juga masuk ke sejumlah saham, antara lain AMMN Rp199,9 miliar, BRMS sekitar Rp130,6 miliar, EMAS Rp88,7 miliar, AADI Rp45,5 miliar, dan ASII Rp44,5 miliar. Fakta tersebut memperlihatkan bahwa transaksi asing pada hari itu bukan pergerakan satu arah keluar dari seluruh pasar Indonesia.

Karena itu, menyebut net sell asing Senin semata-mata sebagai respons atas pencopotan Purbaya berisiko mencampuradukkan dua peristiwa yang terjadi pada hari yang sama dengan hubungan sebab-akibat yang belum terbukti.

Data justru menunjukkan investor asing sudah menjual dalam jumlah besar sebelum kepastian reshuffle muncul, sedangkan setelah isu pengangkatan Suahasil menguat, IHSG berbalik pulih.

Konteks yang lebih luas juga mendukung pembacaan tersebut. Sepanjang 2026 hingga 14 September, investor asing telah mencatat jual bersih sekitar Rp71,41 triliun di pasar saham Indonesia.

BBCA mencatat akumulasi net sell terbesar sekitar Rp31,04 triliun, disusul BMRI Rp12,63 triliun dan BBRI Rp11 triliun. Artinya, arus keluar modal asing telah berlangsung jauh sebelum pergantian Menteri Keuangan terjadi.

Pergantian Purbaya kepada Suahasil karena itu lebih tepat dipandang sebagai salah satu variabel baru di tengah tekanan pasar yang sudah terbentuk, bukan otomatis sebagai penyebab aksi jual asing pada Senin.

Ujian yang lebih relevan baru dimulai pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Untuk pertama kalinya, pasar saham akan menjalani satu hari perdagangan penuh setelah Suahasil resmi memegang jabatan Menteri Keuangan.

Pergerakan IHSG, rupiah, saham perbankan, serta arus modal asing pada hari-hari berikutnya akan memberi petunjuk lebih kuat apakah pergantian Menteri Keuangan benar-benar mengubah persepsi investor terhadap Indonesia atau hanya menghasilkan pemulihan sesaat menjelang penutupan bursa.