Rabu, 12 August 2026 23:00 UTC

Muhammad Gatra, bayi yang ditemukan terbukur di pekarangan rumah warga Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto telah dipindahkan ke TPU setempat. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Teka-teki penemuan jenazah bayi laki-laki yang terkubur di pekarangan rumah warga RT 02, RW 06, Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai menemui titik terang.
Khusnul, 23 tahun, yang diduga mengetahui sekaligus terlibat dalam penguburan bayi tersebut telah dibawa ke Mapolres Mojokerto pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Hingga Rabu, 12 Agustus 2026, Khusnul masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
“Khus (Khusnul) dibawa ke Polres tanggal 11 Agustus sampai sekarang masih belum pulang,” kata Ketua RT 02 Desa Pesanggrahan, Imron, Rabu, 12 Agustus 2026.
Khusnul diketahui merupakan anak M. Ihram, pemilik rumah yang pekarangannya menjadi lokasi penguburan bayi.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, bayi yang diperkirakan berusia delapan bulan dalam kandungan tersebut lahir dalam kondisi hidup. Penyebab kematiannya diduga akibat dibekap hingga mengalami kesulitan bernapas.
“Terduga pelaku pembunuhan bayi sekarang diamankan polisi,” kata Kepala Desa Pesanggrahan, Moch Afif, Rabu, 12 Agustus 2026.
Jenazah bayi tersebut ditemukan warga pada Minggu sore, 9 Agustus 2026. Jasad bayi laki-laki itu terkubur di samping rumah M. Ihram dan penemuannya langsung menggemparkan warga Dusun Jatisari.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan. Jenazah bayi sempat menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya dimakamkan kembali di wilayah Jatisari.
Warga bersama relawan turut menyiapkan liang lahat untuk pemakaman bayi tersebut. Sebelum dimakamkan, bayi itu kemudian diberi nama Muhammad Gatra.
Afif mengatakan, pemberian nama tersebut dilakukan secara spontan sebagai bentuk penghormatan agar bayi yang meninggal dalam kondisi tragis itu tetap memiliki nama saat dimakamkan.
“Sebelum mayat bayi dibawa pulang ke Jatisari, PMI (Palang Merah Indonesia) atau relawan menyiapkan liang lahat dan untuk memberi nama. Secara spontan saya kasih nama Muhammad Gatra,” ujarnya.
Polisi hingga kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan penyebab kematian, kronologi kelahiran hingga penguburan bayi, serta pihak yang bertanggung jawab.
Pemeriksaan terhadap Khusnul menjadi bagian dari penyidikan untuk mengungkap secara utuh kasus yang menggemparkan warga Desa Pesanggrahan tersebut.
