Logo

100 Buruh Pabrik Rokok di Lumajang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

Reporter:,Editor:

Kamis, 13 August 2026 09:46 UTC

100 Buruh Pabrik Rokok di Lumajang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat menyerahkan bantuan BLT DBHCHT kepada 100 buruh pabrik rokok CV Triloka. Foto: Istimewa/Diskominfo Lumajang

JATIMNET.COM, Lumajang – Sebanyak 100 buruh pabrik rokok di Desa Sari Kemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun Anggaran 2026, Kamis, 13 Agustus 2026.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada para pekerja CV Triloka. Masing-masing penerima mendapat bantuan tunai sebesar Rp600.000.

Pemerintah menyalurkan BLT DBHCHT untuk membantu meringankan beban ekonomi pekerja di sektor tembakau. Program ini sekaligus memastikan penerimaan dari cukai hasil tembakau dapat kembali dirasakan masyarakat yang bekerja di industri tersebut.

Dalam penyaluran bantuan, Indah mengapresiasi keluarga besar CV Triloka yang telah berkontribusi kepada negara melalui pembayaran cukai hasil tembakau.

Menurutnya, BLT DBHCHT menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah agar manfaat penerimaan dari sektor tembakau dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kehadiran DBHCHT ini harus benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan. Para buruh pabrik rokok adalah tulang punggung industri ini, dan bantuan ini adalah bentuk perhatian negara atas kerja keras mereka," ujar Indah saat menyalurkan bantuan di lokasi.

Dari 100 penerima di CV Triloka, sebagian merupakan buruh yang terlibat langsung dalam proses produksi. Sebagian lainnya bekerja pada sektor nonproduksi.

Pemkab Lumajang menyalurkan bantuan secara tunai sebagai bagian dari program pembinaan lingkungan sosial. Bantuan tersebut diharapkan turut mendukung pemulihan ekonomi daerah.

"Penyaluran BLT DBHCHT ini juga menjadi bukti komitmen Pemkab Lumajang dalam mengelola dana bagi hasil cukai secara tepat sasaran, mendukung kesejahteraan pekerja, serta menjaga keberlanjutan industri tembakau rakyat yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi di daerah ini," pungkasnya.

Pemkab Lumajang berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga para buruh sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat.