Minggu, 05 July 2026 07:06 UTC

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur , Minggu, 5 Juli 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur memperkuat upaya pengungkapan kasus pembunuhan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50). Kepolisian mengerahkan sejumlah tim untuk membantu penyelidikan sekaligus memburu terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pelarian.
Langkah tersebut dilakukan setelah korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal I Bandara Internasional Juanda sekitar sepekan lalu. Polda Jatim memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan telah dikerahkan guna mempercepat proses penangkapan pelaku.
"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Minggu, 5 Juli 2026.
AKBP Jumhur menjelaskan, salah satu tim telah bergerak melakukan pengejaran ke wilayah arah barat. Meski demikian, kepolisian belum bersedia mengungkap lokasi tujuan operasi secara rinci karena masih berkaitan dengan kepentingan penyidikan yang sedang berlangsung.
BACA: Keluarga ASN Bangkalan Minta Publik Tak Berspekulasi soal Kematian RYS
"Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya," ujarnya.
Di sisi lain, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengapresiasi keterlibatan langsung Polda Jatim dalam proses pengejaran pelaku. Menurutnya, keluarga berharap pelaku segera ditangkap agar motif di balik pembunuhan tersebut dapat terungkap secara jelas.
"Keluarga berharap pelaku segera ditangkap agar motif pembunuhan dapat terungkap secara terang," jelas Risang.
Risang mengungkapkan, keluarga sebelumnya juga sempat menerima informasi yang menyebut terduga pelaku diduga melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah. Namun, informasi tersebut masih sebatas kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kalau ngomong lari ke Jawa Tengah itu hari Jumat kami sudah dengar isu-isu begitu, pelaku lari ke Solo. Tapi enggak jelas informasinya," katanya.
Selain mendukung proses penyelidikan, keluarga korban juga menyerahkan sejumlah petunjuk kepada penyidik. Salah satunya berupa titik lokasi terakhir yang sempat dibagikan korban kepada anaknya melalui fitur berbagi lokasi.
Berdasarkan keterangan keluarga, pada Kamis, 19 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, korban mengirimkan share location dari kawasan depan Agro Wisata Dewi Sri, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
"Korban sempat kirim shareloc kepada anaknya Kamis sekitar pukul 20.00 WIB. Shareloc yang dikirimkan berada depan toko buah atau oleh-oleh Agro Wisata Dewi Sri Pujon," ujar Risang.
Keluarga menduga saat mengirimkan lokasi tersebut korban tidak sedang sendirian, melainkan bersama terduga pelaku. Setelah itu, komunikasi korban dengan keluarga terputus dan baru kembali terjadi pada Jumat malam melalui panggilan video kepada adiknya.
"Setelah dari lokasi itu, enggak ada kontak. Baru besok malamnya pada hari Jumat ada kontak dengan keluarga, video call dengan adiknya," katanya.
Hingga saat ini, penyidik masih terus memburu terduga pelaku sembari melengkapi alat bukti. Kepolisian berupaya mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk kronologi dan motif yang melatarbelakangi kematian ASN Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut.
