Logo

Kebakaran Hutan Kembali Terjadi di Gunung Biru Mojokerto

Belum Padam, Tim Gabungan Berjibaku Jinakkan Api
Reporter:,Editor:

Rabu, 15 July 2026 15:41 UTC

Kebakaran Hutan Kembali Terjadi di Gunung Biru Mojokerto

Pentauan kobaran api yang melanda Gunung Biru, Mojokerto pada Rabu, 15 Juli 2026. Foto: Istimewa

JATIMNET.COM, Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Blok Tempuran, Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro, yang berada di Resort Kawasan Wisata (RKW) 07 Tahura R. Soerjo, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Hingga Rabu malam, 15 Juli 2026, api masih belum berhasil dipadamkan karena medan menuju lokasi tergolong terjal dan sulit dijangkau.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB saat petugas Tahura R. Soerjo melakukan patroli rutin di kawasan hutan. Berdasarkan laporan yang diterima keesokan harinya sekitar pukul 18.00 WIB, titik api terpantau membakar area yang didominasi vegetasi hutan dan semak belukar.

Hingga kini, luas lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat dipastikan secara rinci.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, tim gabungan telah disiagakan untuk mempercepat penanganan kebakaran. Personel berasal dari berbagai unsur, mulai kepolisian, Tahura R. Soerjo, mahasiswa, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Kami sudah membentuk tim untuk pemadaman. Ada dua tim yang saat ini disiagakan di sejumlah lokasi strategis, yakni kawasan Bukit Cendono, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet dan Desa Gumeng, Kecamatan Gondang," ungkapnya.

Menurut Rinaldi, sedikitnya empat titik api masih terdeteksi di kawasan Gunung Biru. Meski demikian, seluruh titik kebakaran masih berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga belum mengancam keselamatan masyarakat.

 

Tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD Jatim, TRC BPBD Kabupaten Mojokerto, petugas Tahura R. Soerjo, serta Masyarakat Peduli Api (MPA), Rabu sore, 15 Juli 2026. Foto:

 

Ia menambahkan, warga di sekitar kawasan hutan juga telah memiliki kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Insya Allah masih jauh dari pemukiman warga. Masyarakat di wilayah tersebut juga sudah siap karena sebelumnya telah memiliki kesiapsiagaan melalui Destana," pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan vegetasi hutan di kawasan Gunung Biru mengalami kerusakan.

Untuk mengendalikan kobaran api, BPBD mengerahkan tim gabungan yang terdiri atas enam personel TRC BPBD Provinsi Jawa Timur, 13 personel TRC BPBD Kabupaten Mojokerto, 20 personel Tahura R. Soerjo, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto juga terus berkoordinasi dengan pihak Tahura R. Soerjo. Tim gabungan telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus pemantauan perkembangan kebakaran.

Selain pemantauan langsung di lapangan, petugas memanfaatkan drone untuk memetakan sebaran api dari udara sehingga proses penanganan dapat dilakukan lebih efektif.

Sejumlah personel Tahura bahkan dilaporkan bermalam di kawasan Puncak Cendono guna mengawasi perkembangan titik api. Sementara itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Mojokerto terus memperbarui laporan situasi kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi penanganan.

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung. Medan yang curam serta akses menuju lokasi yang terbatas menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam menjinakkan kobaran api.