Logo

Permintaan Sepatu Sekolah di Mojokerto Melonjak 500 Persen Jelang Tahun Ajaran Baru

Pesanan Datang dari Bali hingga Yogyakarta
Reporter:,Editor:

Kamis, 09 July 2026 15:20 UTC

Permintaan Sepatu Sekolah di Mojokerto Melonjak 500 Persen Jelang Tahun Ajaran Baru

Seorang karyawan pabrik sepatu di Mojokerto nampak fokus melakukan proses pengelemen sepatu kulit. Foto :Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Permintaan sepatu sekolah produksi Kabupaten Mojokerto mengalami lonjakan tajam menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Salah satu pelaku usaha sepatu kulit, Muhammad Rizal (33), mengaku jumlah pesanan yang diterimanya meningkat hingga sekitar 500 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Rizal mengatakan sepatu sekolah model pantofel bertali menjadi produk yang paling banyak diburu konsumen. Pesanan tidak hanya berasal dari Mojokerto, tetapi juga datang dari Surabaya, Magetan, Malang, Tulungagung, Bali, hingga Yogyakarta melalui jaringan reseller maupun pembeli yang datang langsung ke workshop.

Lonjakan permintaan tersebut menjadikan musim penerimaan siswa baru sebagai periode paling sibuk bagi usaha yang telah digelutinya selama bertahun-tahun.

"Musim ajaran baru selalu menjadi momen paling sibuk bagi kami. Permintaan sepatu sekolah, khususnya model pantofel bertali, bisa meningkat hingga sekitar 500 persen dibanding hari biasa," kata Rizal saat ditemui di workshop produksinya di Mojokerto, Kamis, 9 Juli 2026.

BACA: 373 Ribu Lulusan SMP di Jatim Tak Tertampung Sekolah Negeri 

Untuk memenuhi tingginya permintaan, Rizal mengandalkan perencanaan produksi yang telah disusun jauh hari.

Menurutnya, persiapan produksi bahkan sudah dilakukan sejak tahun ajaran baru dimulai sebagai langkah mengantisipasi kebutuhan pada musim berikutnya.

"Begitu musim sekolah dimulai, kami sudah memikirkan produksi untuk tahun berikutnya. Perencanaan menjadi kunci agar kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi," ujarnya.

Usaha sepatu yang dikelola Rizal merupakan bisnis keluarga yang telah berjalan sejak 1996. Awalnya, orang tuanya memproduksi sandal anak-anak sebelum beralih memproduksi sepatu setelah krisis moneter.

"Usaha ini saya teruskan dari orang tua yang sudah memulai sejak 1996. Tugas saya sekarang bukan hanya menjaga warisan itu, tetapi juga mengembangkannya agar tetap relevan mengikuti kebutuhan zaman," katanya.

Dalam proses produksinya, Rizal tetap mempertahankan penggunaan kulit sapi sebagai bahan utama yang dipadukan dengan sol berbahan thermoplastic rubber. Menurutnya, kombinasi tersebut menghasilkan sepatu yang nyaman sekaligus memiliki daya tahan lebih lama.

BACA: Kejar Kuota Siswa Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik Libatkan LKSA 

"Kami memilih menggunakan kulit asli dan sol thermoplastic rubber karena kami ingin sepatu yang dipakai pelanggan tidak hanya nyaman, tetapi juga awet menemani aktivitas mereka," tuturnya.

Selain memproduksi sepatu sekolah, usaha miliknya yang bernama Provillo juga mengembangkan berbagai model sepatu formal dan kasual. Rizal turut melayani produksi dengan merek milik pelanggan (private label). Harga produknya berkisar Rp150 ribu hingga Rp1 juta, bergantung pada bahan dan model.

"Kami bangga karena sepatu dari Mojokerto sudah dipakai pelanggan di Surabaya, Bali, Yogyakarta, Magetan, Malang hingga Tulungagung. Itu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing," pungkasnya.

Meski harus bersaing dengan produk pabrikan dan impor, Rizal tetap optimistis industri sepatu lokal memiliki prospek yang menjanjikan. Ia menilai kualitas pengerjaan secara handmade serta konsistensi menjaga mutu menjadi alasan utama pelanggan tetap memilih produk lokal buatan Mojokerto.