Rabu, 01 July 2026 09:30 UTC

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin sosialisasi penjaringan peserta didik Sekolah Rakyat di kantornya, Rabu, 1 Juli 2026. Foto: Diskominfo Gresik.
JATIMNET.COM, Gresik – Kuota peserta didik Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Gresik masih terisa 30 kursi untuk jenjang SD.
Untuk mengejar terpenuhinya pagu tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggandeng seluruh Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) se-kabupaten.
Keterlibatan LKSA dalam penjaringan bertujuan memenuhi seluruh kuota pada masing-masing jenjang sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 15 Juli 2026.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa total kuota untuk jenjang SD, SMP, dan SMA tahun ini sebanyak 270 peserta didik. Masing-masing jenjang mendapatkan jatah 90 siswa bagi anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.
Hingga kini, kuota jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara, jenjang SD masih kurang 30 kursi.
"Kami berharap LKSA aktif mengusulkan anak-anak yang memenuhi syarat agar tidak ada kuota yang terlewat dan seluruh peserta didik dapat mulai belajar tepat waktu," ujar Yani dalam sosialisasi penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Kantor Bupati Gresik, Rabu, 1 Juli 2026.
Dalam pengusulan tersebut, Dinas Sosial membentuk tim verifikasi yang bertugas memvalidasi seluruh data calon peserta didik.
Upaya ini agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran dan para siswanya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah.
Selain penerimaan siswa baru, Pemkab Gresik juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Gedung sekolah tersebut direncanakan mampu melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Nantinya, sekolah tersebut melengkapi Sekolah Rakyat rintisan jenjang SMA yang telah beroperasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik.
Dalam sosialisasi penjaringan siswa baru, Kepala Dinas Sosial dr Ummi Khoiroh optimis kuota seluruh jenjang Sekolah Rakyat terpenuhi sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai. Apalagi, seluruh LKSA di Gresik ikut terlibat dalam upaya ini.
“Kami optimis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal,” jelasnya dalam kegiatan yang juga dihadiri para pengelola LKSA.
Usai sosialisasi, Bupati Yani bersama Kepala Dinas Sosial dan para pengelola LKSA meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah. Peninjauan tersebut bertujuan melihat kesiapan sarana dan prasarana.
